Pasien Gangguan Jiwa Tinggi di Pidie

Dokter spesialis jiwa di Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Chik Di Tiro Sigli, Pidie, dr Khairiadi SpFj, mengatakan bahwa saat ini

Pasien Gangguan Jiwa Tinggi di Pidie
IST
Petugas RSJ Aceh membawa seorang pasien jiwa di Aceh Barat 

* Kunjungan ke RS Capai 90 Orang/Hari

SIGLI - Dokter spesialis jiwa di Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Chik Di Tiro Sigli, Pidie, dr Khairiadi SpFj, mengatakan bahwa saat ini kunjungan pasien yang mengalami gangguan jiwa, cukup tinggi di RSU Tgk Chik Di Tiro Sigli.

Berdasarkan data RSU Tgk Chik Di Tiro Sigli, pasien gangguan jiwa yang berobat jalan mencapai 60 hingga 90 orang per hari. Padahal sebelumnya, jumlah kunjungan pasien gangguan jiwa pada Juni 2017, hanya 25 hingga 30 pasien per hari.

“Jumlah atau kunjungan pasien gangguan jiwa di Pidie meningkat drastis setiap harinya. Saat ini saja, pasien gangguan jiwa yang dirawat inap di RSU Sigli mencapai 16 orang,” kata Khairiadi, satu-satunya dokter spesialis jiwa RSU Tgk Chik Di Tiro Sigli, Sabtu (13/1).

Ia menyebutkan, penderita gangguan jiwa yang berobat di RSU Sigli saat ini rata-rata berusia produktif, berumur 20 hingga 40 tahun. Penyebabnya diduga akibat beban ekonomi, di mana kebutuhan hidup tidak seimbang dengan pencapaian yang diinginkan. Tak hanya itu, faktor lain seperti akibat pengaruh narkoba, juga menjadi penyebab utama. “Sehingga, dalam satu bulan, kunjungan pasien gangguan jiwa mencapai 1.200 hingga 1.300 orang,” ujarnya.

Menurutnya, untuk menekan angka pasien gangguan jiwa di Pidie, harus ada dukungan stakeholder. Baik Muspika di setiap kecamatan, guru di semua sekolah/madrasah, dan orang tua. “Dengan adanya dukungan semua pihak, warga yang mengalami gangguan jiwa di Pidie bisa berkurang,” kata Khairiadi.

Ia menambahkan, pasien yang mengalami gangguan jiwa, hendaknya jangan dipasung. Sebab, pasien gangguan jiwa akan terkekang, pendendam, dan mudah mengamuk. “Pasien gangguan jiwa harus bebas dari pasungan,” saran dokter Khairiadi.

Istri Wakil Bupati (Wabup) Pidie, Wikan Wistihartati SH, Jumat (12/1) mengatakan, ia bersama tim medis Dinas Kesehatan Pidie, telah melepas dua pasien gangguan jiwa dari pasungan. Yakni, Saudah (36) dan Idawati (40), warga Gampong Mee, Kecamatan Batee.

“Saudah telah kami boyong ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh. Sementara Idawati akan di bawa ke RSJ Banda Aceh, pada Senin (15/1),” katanya.

Ia mengatakan, pasien gangguan jiwa yang dikunjunginya berjumlah empat orang. Yaitu Saudah, Idawati, Nelly (35), dan Nurma (47). Namun, hanya Saudah dan Idawati yang dipasung. “Sedangkan Nelly sebenarnya menderita epilepsi, namun sering kumat sehingga pihak keluarga terkadang harus memasungnya. Sementara pasien Nurma, kini mulai sembuh dan telah mampu berkomunikasi dengan baik,” ungkap Wikan.

“Keempat pasien gangguan jiwa itu sudah pernah berobat di RSJ, tapi belum sembuh total. Sehingga perlu pemantauan, terutama terkait pengobatannya yang harus dilakukan kontinyu,” ujarnya.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help