1.800 Ulama Pakistan Terbitkan Fatwa Haramkan Aksi Bom Bunuh Diri

Lebih dari 1.800 ulama Pakistan menerbitkan fatwa yang mengharamkan siapapun melakukan aksi bom bunuh diri.

1.800 Ulama Pakistan Terbitkan Fatwa Haramkan Aksi Bom Bunuh Diri
Kompas.com
Petugas mengevakuasi jemaat gereja Metodis setelah serangan bom bunuh diri pada kebaktian Minggu di Quetta, Pakistan, pada Minggu (17/12/2017) 

SERAMBINEWS.COM, ISLAMABAD - Lebih dari 1.800 ulama Pakistan menerbitkan fatwa yang mengharamkan siapapun melakukan aksi bom bunuh diri.

Negeri Asia Selatan ini selama bertahun-tahun dikungkung aksi kekerasan yang dilakukan berbagai kelompok militan.

Kelompok-kelompok militan ini kerap menggunakan bom bunuh diri dalam aksi-aksinya yang banyak memakan korban jiwa.

Dalam upaya untuk melawan aksi teror yang sudah menewakan puluhan ribu orang sejak awal 2000-an, para ulama Pakistan akhirnya mengharamkan aksi bom bunuh diri.

(Baca: Kejam! 13 Anak ini Dirantai dan Disekap Orangtuanya, Seorang Berhasil Lolos Kemudian Lapor Polisi)

(Baca: Makin Terdesak, Kelompok Pemberontak Houthi Rekrut Milisi Perempuan)

"Fatwa ini memberikan dasar yang kuat untuk stabilitas sebuah masyarakat Islam moderat," kata Presiden Pakistan Mamnoon Hussain.

"Kami bisa mencari petunjuk dari fatwa ini untuk membangun narasi nasional untuk menghentikan terorisme sejalan dengan prinsip-prinsip kebaikan Islam," tambah Hussain.

Selama ini, pemerintah dan militer Pakitan dihujani kritik baik dari dalam maupun luar negeri karena dianggap membiarkan kelompok-kelompok radikal ini demi kepentingan politik.

(Baca: Maling Satroni Delapan Rumah di Matangkuli, Mulai Hanphone Hingga Sandal Ikut Dibawa)

(Baca: Korban Hipnotis Rp 350 Juta Bantah karena Tergiur Mendapat Uang Dua Kali Lipat)

Para pengkritik menyebut, pemerintah Pakistan sudah lama tidak berupaya menghentikan penyebaran ujaran kebencian yang tak jarang justru disampaikan di rumah-rumah ibadah.

Namun, berulang kali pula pemerintah Pakistan membantah tuduhan bahwa mereka bekerja sama dengan kelompok radikal di Afganistan dan India.

Pemerintah Pakistan bahkan menegaskan, telah mencapai banyak kemajuan dalam satu dekade terakhir dalam menghadapi kelompok militan seperti Taliban. (The Independent)

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved