Korban Oknum PNS 8 Orang

Korban penipuan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemko Lhokseumawe berinisial NI (36), dengan modus

Korban Oknum PNS 8 Orang
HENDRI BUDIMAN, Kapolres Lhokseumawe

* Kasus Penipuan Bermodus Urus Surat Pindah

LHOKSEUMAWE - Korban penipuan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemko Lhokseumawe berinisial NI (36), dengan modus bisa mengurus kepindahan PNS lainnya berjumlah delapan orang. NI yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini masih ditahan di sel tahanan Mapolsek Banda Sakti, Lhokseumawe.

Seperti diberitakan sebelumnya, NI (36), oknum PNS wanita di Pemerintah Kota Lhokseumawe diciduk personel Polsek Banda Sakti pada Jumat, 29 Desember 2017 atau beberapa jam usai dia melaksanakan pernikahan. Dia ditangkap atas dugaan kasus penipuan terhadap sejumlah PNS lainnya dengan dalih bisa mengurus pindah kerja, baik antarkabupaten ataupun antarprovinsi. Kepada semua korbannya, NI mewajibkan menyerahkan sejumlah uang dengan alasan untuk biaya pengurusan.

Kepada penyidik yang memeriksanya, tersangka mengaku telah melakukan penipuan terhadap delapan PNS dengan iming-iming bisa mengurus surat pindah antarkabupaten dalam Provinsi Aceh, atau pindah ke luar Aceh selama kurun waktu tahun 2017. Dari delapan korban tersebut, dua kejadiannya berlangsung di Lhokseumawe dan enam lagi di Gayo Lues. Bahkan, informasi yang diterima Polsek Banda Sakti, dari total enam korban di Gayo Lues, dua di antaranya telah membuat laporan resmi ke Polres setempat.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman, melalui Kapolsek Banda Sakti, Iptu Arief Sukmo Wibowo, Senin (15/1), menjelaskan, berkas kasus penipuan oknum PNS yang ditangani pihaknya itu, kini sudah masuk ke tahap pemberkasan. Sehingga ditargetkan dalam waktu dekat sudah bisa dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe. “Dalam berkas tersebut, sudah ada keterangan sejumlah saksi dan juga keterangan tersangka,” jelasnya.

Saat pemeriksaan tersangka, beber Kapolsek, dia telah mengakui perbuatannya melakukan penipuan terhadap delapan korban. “Dua terjadi di Lhokseumawe dan enam lagi di Gayo Lues. Dari delapan korban yang ditipu tersangka, dua di antaranya dijanjikan akan diurus pindah kerja ke luar Provinsi Aceh yakni Sumatera Utara dan Jawa Tengah,” ujar Iptu Arief. Sedangkan enam korban lagi, lanjutnya, mengurus kepindahan antarkabupaten dalam wilayah Provinsi Aceh, seperti ke Sigli, Lhokseumawe, dan Nagan Raya. Sementara jumlah uang yang diminta tersangka dari korban, sebut Kapolsek, bervariasi mulai dari Rp 9 juta hingga ada yang mencapai angka Rp 38 juta.

Dipaparkannya, proses hukum yang sedang ditangani saat ini adalah laporan korban ke Polsek Banda Sakti atas nama Irfan, seoarang PNS di Aceh Selatan. Di mana Irfan pada Februari 2017 lalu, telah menyerahkan uang kepada NI sebesar Rp 9 juta untuk biaya pengurusan pindah kerja dari Aceh Selatan ke Pidie Jaya. “Lokasi penyerahan uang berlangsung dalam wilayah hukum Polsek Banda Sakti,” tandasnya.

Pada bagian lain, Kapolsek Banda Sakti, Iptu Arief Sukmo Wibowo memperkirakan, penuntasan kasus penipuan oleh oknum PNS ini akan dilakukan dalam dua berkas. Pasalnya, selain korban yang mengadu di Lhokseumawe, ternyata ada dua korban di Gayo Lues telah membuat laporan resmi ke Polsek setetmpat.

“Biasanya, bila ada laporan di dua tempat dengan tersangka yang sama seperti kasus ini, maka saat berkas di tingkat kita nantinya dinyatakan lengkap oleh jaksa, maka baru dilanjutkan BAP oleh penyidik di Polres Gayo Lues terhadap tersangka. Meskipun bisa jadi nantinya sidang akan berlangsung bersamaan di Lhokseumawe,” pungkasnya.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved