Penyulingan Minyak Tradisional Berbahaya

Penyulingan minyak mentah secara tradisional di Desa Blang Seupeung, Kecamatan Jeumpa, Bireuen yang sudah

Penyulingan Minyak Tradisional Berbahaya
MUSPIKA Jeumpa, Bireuen mendatangi lokasi penyulingan minyak mentah tradisional di Desa Blang Seupeung, yang diprotes warga karena menimbulkan asap dan bau menyengat, Kamis (11/1). 

BIREUEN - Penyulingan minyak mentah secara tradisional di Desa Blang Seupeung, Kecamatan Jeumpa, Bireuen yang sudah berlangsung beberapa bulan lalu, sangat berbahaya bagi kesehatan, dan keselamatan pekerja, serta warga sekitar. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (Perkim dan LH) Bireuen, melalui Kepala Bidang Lingkungan Safrizal ST menjawab Serambi, Senin (15/1) kemarin. Dikatakan Safrizal, penyulingan minyak itu harus dihentikan mengingat bahaya yang ditimbulkan. Karena penyulingan minyak secara tradisional itu akan mudah terbakar, disebabkan belum ada standar penyulingan atau belum diperiksa kelayakannya oleh pihak terkait.

“Standar penyulingan minyak mentah itu hanya Pertamina yang lebih tahu. Jadi, tidak boleh melakukan penyulingan minyak tanpa seizin Pertamina, karena dapat membahayakan jiwa dan merusak lingkungan serta mengganggu kesehatan warga sekitar,” kata Safrizal.

Diterangkannya, bahan-bahan yang digunakan untuk menyuling minyak juga belum standar dan mudah terbakar, karena belum ada pengukuran suhu panas. “Penyulingan dan pengeboran minyak mentah oleh masyarakat, jangan dilihat dari sektor ekonominya, tapi perhatikan juga faktor kesehatan, lingkungan, dan keselamatan jiwa. Jangan hanya untuk membangkitkan ekonomi masyarakat, tapi tidak memperhatikan lingkungan sekitar,” tukas Safrizal.

Ditambahkannya, beberapa hari lalu pihaknya juga telah mengambil sampel air di kawasan pengeboran dan penyulingan minyak mentah di Blang Seupeung. Hasil pengujian, mayoritas air di kawasan itu mulai tercemar minyak, sehingga sangat tidak baik untuk dikonsumsi atau tidak layak untuk kesehatan.

“Untuk mengantisipasi kebakaran dan mencegah jatuh korban, serta untuk menjaga kesehatan masyarakat dan lingkungan, penyulingan minyak mentah itu harus dipindahkan ke lokasi yang jauh dari permukiman penduduk. Tapi, lebih baiknya lagi dihentikan saja. Jangan menyuling minyak tanpa standar dan izin dari Pertamina,” pungkas Safrizal.

Sebelumnya diberitakan, penyulingan minyak mentah secara tradisional di Desa Blang Seupeung, Kecamatan Jeumpa yang sudah berlangsung beberapa bulan, mulai mendapat protes dari masyarakat sekitar. Sebabnya, asap dan bau menyengat yang ditimbulkan penyulingan minyak mentah itu sudah sangat mengganggu.

“Asap pembakaran dari tempat penyulingan minyak masuk hingga ke rumah kami. Selain itu, penyulingan ini juga menimbulkan bau menyengat yang membuat anak-anak dan orang lanjut usia sesak nafas dan merasa pusing, bahkan ada yang harus dibawa ke rumah sakit,” tukas Razali Ibrahim, warga Blang Seupeung.(c38)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved