Tafakur

Ibadah Riya

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: ?Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: ?Allah Ta?ala berfirman

Ibadah Riya

Oleh: Jarjani Usman

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: ?Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: Allah Ta'ala berfirman: Aku adalah yang maha cukup, tidak memerlukan sekutu. Barangsiapa melakukan suatu amalan dengan dicampuri perbuatan syirik kepada Ku, niscaya Aku tinggalkan dia dan (tidak Aku terima) amal syiriknya (HR. Muslim).

Ada saat saat tertentu dalam hidup yang bisa menjerumuskan kita dalam berbuat kebaikan atau beribadah riya (untuk menampak nampakkan). Seperti menjelang pemilihan umum, banyak calon pemimpin atau wakil rakyat berlomba lomba menampakkan kebaikannya atau ibadahnya. Sedangkan di saat saat lain tidak.

Apalagi walaupun berbeda, beribadah karena Allah dan beribadah riya sangat berdekatan. Sehingga siapa saja bisa terjerumus ke dalam ibadah riya bila tidak hati hati. Karena itu, sangat dianjurkan untuk memurnikan niat dalam beribadah.

Disebutkan dalam Alquran, seseorang yang melaksanakan ibadah shalat bisa terjerumus dalam perbuatan riya dan bahkan munafik. Misalnya, akan malas atau tak bersemangat melakukannya bila disaksikan orang banyak atau orang yang dikagumi. Hal itu tentunya karena faktor suasana hati, yang bercampur dengan kemunafikan.

Demikian juga kalau mengaji Alquran, akan bersemangat bila menggunakan mikrofon agar didengar orang banyak. Sedangkan bila tidak, tak mau melakukannya. Ini suatu perilaku yang mengabaikan sifat Allah, yaitu Allah maha mendengar.

Sungguh merugi bagi orang orang yang berbuat riya, walaupun itu kebaikan dan ibadah. Di samping tidak diterima amalnya, juga berdosa.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help