SerambiIndonesia/

MaTA: Pengetatan Dana Hibah dan Bansos Penting Dilakukan

Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian, mengatakan bahwa pengetatan dana hibah

MaTA: Pengetatan Dana Hibah dan Bansos Penting Dilakukan
ALFIAN, Koordinator MaTA

BANDA ACEH - Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian, mengatakan bahwa pengetatan dana hibah dan bansos penting dilakukan dari sekarang, karena di Aceh belum ada tata kelola yang baik terhadap pengelolaan dana tersebut.

“Oleh karena itu berharap pemerintah dalam hal ini Gubernur Aceh harus berani untuk melakukan yang terbaik. Terutama dalam pengelolaan dana hibah dan bansos,” katanya saat menjadi narasumber tamu by phone dalam talkshow Radio Serambi FM, Kamis (18/1), membahas Salam (Editorial) Harian Serambi Indonesia berjudul ‘Menghambat Dana Hibah dan Bansos’.

Hadir sebagai narasumber internal dalam talkshow bertajuk Cakrawala itu adalah Sekretaris Redaksi Harian Serambi Indonesia, Bukhari M Ali yang dipandu Host, Vheya Artega.

Dikatakan Alfian, Pemerintah Aceh harus meminta KPK yang saat ini sedang fokus melakukan pendampingan bagi Pemerintah Aceh untuk melakukan proses tata ulang secara regulasi, terutama dalam pengelolaan dana hibah yang benar.

“Jadi langkah untuk proses pengetatan ini sangat penting. Apalagi di tahun 2018, nanti pada tahun 2019 sudah masuk tahun politik. Makanya dimulai dari sekarang, ini juga bagian dari persiapan tahun politik,” ucap Alfian.

Dikeluarkannya Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang tata kelola dana hibah oleh Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) ia nilai sebuah kemajuan penting dalam sejarah Pemerintah Aceh.

SOP tersebut lanjutnya, merupakan upaya untuk pengetatan terhadap tata kelola, khususnya dana hibah dan bansos.

“Di Aceh sendiri kita tahu bahwa selama ini dana hibah dan bansos itu rata-rata masuk di wilayah dana aspirasi dalam tanda kutip, yang dikelola oleh pihak DPR secara langsung. MaTA sendiri sejak 2010 telah menolak adanya dana aspirasi itu,” pungkasnya.(una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help