Millenials

Kisah RA Karamullah yang Terpaksa Menjadi Pilot Drone

Menerbangkan sebuah perangkat dengan harga belasan juta rupiah, tentu bukan hal yang mudah bagi kebanyakan orang...

Kisah RA Karamullah yang Terpaksa Menjadi Pilot Drone
SERAMBINEWS.COM/HARI MAHARDIKA
RA Karamullah 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - RA Karamullah (29) adalah seorang video editor kelahiran Gampong Aree, Pidie, 16 Februari 1989. Anak kedua dari tujuh bersaudara ini mulai menerbangkan drone sejak tahun 2015.

Awalnya, RA, sapaan akrabnya, tidak berniat menjadi seorang pilot drone. Namun karena dipaksa oleh keadaan, pria yang juga mahir desain grafis dan kaligrafi ini memberanikan diri untuk menerbangkan drone.

ra_karamullah
instagram.com/ra_karamullah

Tahun berganti tahun, memiloti drone bagi RA saat ini bukan sekadar tuntutan kerja, tapi telah menjadi hobi karena bikin ketagihan. 

Kisah perkenalannya dengan drone terjadi sekitar 3 tahun lalu dan terbilang unik. Saat itu RA dan rekannya sedang menggarap project yang memerlukan drone.

Setelah berhasil menyewa alat yang dikemudikan dengan remote control itu, RA malah menjadi panik. Pasalnya, si empunya drone tidak bisa datang ke Banda Aceh untuk ‘memiloti’ alat itu.

“Alat sudah disewa, pilotnya nggak ada, dan deadline-nya sudah dekat. Saya sendiri belum pernah menerbangkan drone,” ujar RA, saat dijumpai di ruang kerjanya, Rabu (17/1).

Harus membuat keputusan cepat, RA pun meminta bantuan seorang teman yang dikenal mahir menerbangkan drone, Abu Khaidir. Awalnya dia berharap Abu dapat memiloti drone pada hari H, tapi sayangnya fotografer senior itu sudah memiliki agenda pada hari yang dimaksud.

“Saya bilang kalau begitu tolong ajari bagaimana mengoperasikannya. Kami pun berlatih di halaman Masjid Raya Baiturrahman, walaupun cuma sehari, pelajaran dari Abu sangat bermanfaat,” kenang RA sambil tersenyum.

Menerbangkan sebuah perangkat dengan harga belasan juta rupiah, tentu bukan hal yang mudah bagi kebanyakan orang. Perasaan takut jatuh dan membuat drone rusak juga dialami RA saat menerbangkan alat itu untuk pertama kalinya di Gampong Pande.

“Awalnya pasti takut jatuh atau kecelakaan, karena saya tahu ini barang mahal. Tapi setelah beberapa kali latihan sendiri, alhamdulillah saat liputan aman,” katanya mantap.

ra_karamullah
instagram.com/ra_karamullah
Halaman
123
Editor: Eddy Fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved