Empat Roket Milisi Kurdi Hantam Kota Kilis di Selatan Turki, Tidak Ada Korban Jiwa

Roket diduga ditembakkan milisi Kurdi di Suriah, beberapa jam setelah dimulainya operasi militer Turki melawan kelompok tersebut.

Empat Roket Milisi Kurdi Hantam Kota Kilis di Selatan Turki, Tidak Ada Korban Jiwa
Nazeer Al-Khatib / AFP
Pejuang pasukan pembebas Suriah yang didukung Turki bersiaga di wilayah Tal Malid, utara Aleppo, saat menembakkan senapan mesin ke arah pasukan Unit Perlindungan Rakyat (YPG) di Afrin.(Nazeer Al-Khatib / AFP) 

SERAMBINEWS.COM, KILIS - Kota di selatan Turki yang berbatasan langsung dengan Suriah dihantam empat roket pada Minggu (21/1/2018) pagi.

Roket diduga ditembakkan milisi Kurdi di Suriah, beberapa jam setelah dimulainya operasi militer Turki melawan kelompok tersebut.

Tidak ada korban tewas akibat serangan roket. Hanya seorang wanita dilaporkan mengalami luka, serta satu bangunan yang mengalami kerusakan akibat dihantam roket.

"Tidak ada korban jiwa. Mereka bisa menembakkan sebuah roket ke arah kita dan kita akan membalasnya dengan 100 roket. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan," kata Gubernur Kilis, Mehmet Tekinarslan dikutip kantor berita Dogan.

(Baca: Engku Emran Rayu Laudya Cynthia Bella Agar Diizinkan Sepedaan Lagi, Sogok Pakai Barang Ini)

(Baca: Kasihan! Bocah Ini Jualan Sayur dan Tertidur Sambil Nunggu Pelanggan Beli Dagangannya)

Dilaporkan media tersebut, roket yang menghantam kota Kilis ditembakkan dari markas di sekitar kota Afrin di Suriah, yang dikuasai milisi Unit Perlindungan Rakyat (YPG), yang telah dilabeli teroris oleh Turki.

Serangan balasan juga telah dilancarkan dengan menembakkan peluru artileri ke arah markas yang menembakkan roket.

Militer Turki pada Sabtu (20/1/2018) telah memulai operasi besar dengan tujuan mengusir kelompok YPG dari Afrin.

(Baca: Sang Ibu Sibuk di Dunia Malam, Bayi Malang Ini Diasuh Nenek yang Miskin dan Tak Pernah Merasakan ASI)

(Baca: 6 Tokoh Ini Pernah Janji Potong Anggota Tubuh dan Alat Vital, Tapi Kok Masih Utuh?)

Turki menuduh YPG menjadi cabang Suriah dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang telah melakukan pemberontakan di tenggara Turki selama lebih dari tiga dekade dan dianggap sebagai kelompok teror oleh Ankara dan sekutu negara Barat.

Namun YPG juga telah menjadi sekutu penting NATO dalam memerangi kelompok ISIS dan berperan dalam mendorong organisasi teroris itu keluar dari Suriah. (AFP)

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help