Citizen Reporter

Rahasia di Balik Bangkitnya Jepang

AWALNYA saya menolak ketika diajak teman melawat ke Jepang. Soalnya, saya ingin istirahat pascauji kompetensi dokter

Rahasia di Balik Bangkitnya Jepang
MOHD SHANAN ASYI

OLEH MOHD SHANAN ASYI, dokter internship, alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, melaporkan dari Osaka, Jepang

AWALNYA saya menolak ketika diajak teman melawat ke Jepang. Soalnya, saya ingin istirahat pascauji kompetensi dokter. Namun, kenapa tidak dicoba? Tawaran ikut travelling pastilah menarik. Lewat travelling kita berkesempatan mengenal dunia yang luas ini.

Oke, akhirnya saya putuskan ikut melawat ke Jepang. Maka diuruslah paspor dan visa saya. Walaupun terlihat banyak masalah, tapi saya jadi berangkat ke sana. And after I’m there, I love it. Jepang merupakan sebuah negara yang warganya sangat disiplin. Mengapa negara ini bisa maju? Ya, karena disiplin! Baik disiplin dalam menimba ilmu maupun dalam menjalankan pekerjaan.

Kota pertama saya pada hari pertama di Jepang adalah Osaka. Setelah pesawat landing, kami langsung dijemput oleh Mr Stephen, pemandu wisata asal Malaysia. Dia membawa bendera berwarna pink  sesuai logo travel yang kami ikuti.

Beberapa arahan dia sampaikan kepada kami. Salah satunya permintaan agar kami semua disiplin mendengar arahannya.

Pertama ke luar dari bandara, mata saya dimanjakan oleh gedung-gedung yang megah dengan desain arsitektur yang indah nan ciamik. Beberapa orang berfoto di sana, lalu Mr Stephen meminta kami berfoto semua dengan latar depan spanduk yang telah disiapkan.

Seusai sesi foto bersama, kami pun berjalan dan naik bus yang bersih dan mewah. Bus ini disopiri oleh orang Jepang yang sama sekali awam berbahasa Inggris, apalagi bahasa Indonesia. Tapi untunglah tour guide kami fasih berbahasa Jepang.

Awal mula yang kami kunjungi adalah Science Museum. Museum ini menampilkan berbagai macam temuan ilmu pengetahuan dengan teknologi modern seperti magnet listrik dan lain-lain. Aku sangat exited melihat bagaimana negara ini bergitu menghargai ilmu pengetahuan.

Jepang juga tidak macet. Satu hal yang aku suka lagi dari kota ini adalah jalanan di Negeri Matahari Terbit ini tidak padat dan tersendat, padahal penduduk kotanya sangat padat. Berterima kasihlah kepada bus kota dan angkutan umum dalam kota yang tertata dengan baik.

Hal kedua yang menarik perhatian saya adalah tidak terlihat sampah sedikit pun di jalanan. Turun dari bus kami sampai di sebuah kedai mi ramen yang memiliki bangunan khas Jepang. Menghargai budaya sendiri tentu diperlukan dalam desain bangunan, budaya yang dibawa sejak awal terbentuknya negara tidak pernah hilang dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, termasuk kami yang sedang berkunjung.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved