Masalah Kesehatan Mental Berujung Kematian, Fakta Miris Dibalik Industri Film Dewasa

Ada August Ames yang berusia 23 tahun yang meninggal 5 Desember lalu dan penyebab meninggalnya juga tidak diketahui,

Editor: Fatimah
NET
Katakan tidak pada pornografi 

SERAMBINEWS.COM - Akhir-akhir ini dunia disuguhkan dengan kematian beberapa bintang film porno atau film biru.

Sejak November 2017, empat pemain film porno telah ditemukan tewas.

Pertama Olivia Nova (20) yang ditemukan tewas di Las Vegas, namun penyebab kematiannya belum dikonfirmasi.

Kemudian Shyla Stylez asal Kanada yang berusia 35 tahun, yang meninggal mendadak dalam tidurnya.

Ada August Ames yang berusia 23 tahun yang meninggal 5 Desember lalu dan penyebab meninggalnya juga tidak diketahui, meskipun teman dekatnya mengatakan dia bunuh diri setelah mengalami depresi.

Baca: Derita Kelainan Ginjal Serius, Perusahaan ini Tetap Gaji Mantan Karyawannya Meski Sudah Resign

Dan yang terakhir Yuri Beltran yang meninggal di usia 31 pada 14 Desember akibat ovedosis obat terlarang.

Masalah kesehatan mental selalu menjadi masalah besar di dunia porno, dan kematian para pemain porno muda tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai bagaimana wanita diperlakukan dalam industri ini.

Steve McKeown, seorang psikoanalis, mengatakan bahwa hampir 90% wanita di insdustri seks ingin melarikan diri, namun tidak memiliki cara lain untuk bertahan hidup.

Selain itu, mereka juga mengalami gangguan stres pascatrauma dengan tingkat hampir 70% setara dengan veteran dalam perang.

Dr. Gail Dines, penulis Pornland, mengatakan, "Bayangkan, setiap orang menceritakan kisah perkosaan dan penyerangan mereka dan mereka tahu betul bahwa jika mereka melaporkannya, orang hanya akan mengatakan 'apa yang Anda harapkan? Anda PSK."

Baca: LIVE STREAMING - Borneo FC vs Persija, Piala Presiden, Nonton Pukul 19.30 WIB

Para wanita pekerja di industri ini tinggal di tempat di mana mereka setuju untuk disiksa secara seksual dan diikat dengan kontrak yang mereka tanda tangani saat berusia 18 tahun.

Banyak dari wanita yang bekerja di industri tersebut tidak siap menghadapi apa yang akan terjadi meskipun sebelumnya mereka telah menandatangani kontrak.

Sebagian besar aktris film dewasa tidak boleh disebut 'bintang porno' melainkan 'pemain porno' karena kebanyakan dari mereka tidak mencapai tingkat 'bintang' dan hanya dipaksa untuk melakukan, sebelum berakhir dalam kemiskinan.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved