Tafakur

Berkata Lembut

Berpuluh kali bagi kebanyakan orang Muslim merayakan hari dan bahkan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW

Berkata Lembut

Oleh: Jarjani Usman

“Dengan sebab rahmat Allah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentu mereka menjauh dari sekelilingmu” (QS. Ali Imran: 159).

Berpuluh kali bagi kebanyakan orang Muslim merayakan hari dan bahkan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Namun tak sedikit di antara kita mengutamakan makan-makan, tanpa meneladani perilaku Rasulullah. Di antaranya dalam hal berkata-kata, yang mengutamakan kelemah-lembutan dengan sesama.

Apalagi telah disebutkan dalam Alquran bahwa berkata lembut itu penting dalam kehidupan sehari-hari. Dengan lemah lembut, orang-orang akan betah, bukan menjauhi kita. Bahkan Rasulullah SAW mengatakan: “Sungguh, segala sesuatu yang dihiasi kelembutan akan tampak indah. Sebaliknya, tanpa kelembutan segala sesuatu akan tampak jelek” (HR. Muslim).

Strategi lemah lembuh juga telah digunakan oleh Nabi SAW dalam menyiarkan Islam. Strategi itu mampu menyentuh hati banyak orang untuk mengakui kebenaran dan menganut agama Islam. Karena itu, penting mengajar diri untuk berlemah lembut, seperti berkata lembut dalam menyampaikan pesan.

Namun ada di antara kita yang cenderung melupakan itu ketika merasa jabatan lebih tinggi, ilmu dan pendidikan lebih tinggi, tubuh lebih kuat, atau kekayaan lebih banyak. Bila demikian, lazimnya orang-orang hanya patuh saat kita memiliki jabatan, kekuatan, dan kekayaan

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help