Mihrab

Orang Cerdas Beramal untuk Bekal Setelah Mati

MANUSIA adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang dikekalkan dan abadi, dimulai sejak dari alam ruh

Orang Cerdas Beramal untuk Bekal Setelah Mati
Muhammad Hatta

MANUSIA adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang dikekalkan dan abadi, dimulai sejak dari alam ruh, rahim, lahir ke dunia, mati, kemudian masuk alam barzah. Pada saatnya, manusia dibangkitkan dan dikumpulkan kembali nanti di Padang Mahsyar, menjalani hisab, lalu mendiami surga atau neraka, manusia tetap ada dan abadi selamanya.

Ini tentu berbeda dengan makhluk lain, seperti hewan dan tumbuhan yang diciptakan untuk fana hanya sebatas di dunia. Ketika sudah mati, tidak ada lagi kehidupan di akhirat untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatannya.

Demikian antara lain disampaikan Tgk H Muhammad Hatta Lc, M.Ed (Pimpinan LPI Dayah Madani Al-Aziziyah, Lampeuneureut, Aceh Besar) saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Jeulingke, Rabu (24/1) malam. “Karena tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah SWT, maka ia dikekalkan dan kembali hidup abadi setelah kematian di dunia. Ini dalam rangka pertanggungjawaban atas apa yang diperbuat manusia, saat berada di dunia apakah sesuai dengan tujuan penciptaan (mukmin) atau melenceng (kafir),” ujar Tgk Muhammad Hatta.

Anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Aceh ini menyebutkan, setiap makhluk bernama manusia yang hidup saat ini harus menyadari, kita ini hidup untuk kehidupan yang abadi. Bagaimana kita memaknai kehidupan hari ini, akan menentukan kehidupan selanjutnya setelah mati.

Dikatakannya, orang yang cerdas akan sadar betul tujuan hidupnya, tidak memperturutkan hawa nafsu yang mecelakakan dirinya setelah kematian. Dia senantiasa beramal untuk kepentingan kehidupan setelah kematian, bukan beramal untuk sebelum mati.

“Apakah kita yang hidup hari ini beramal untuk bakdal maut atau qablal maut. Jika kita beramal untuk qablal maut, kita bukan orang yang cerdas. Jika manusia itu bisa memenuhi tujuan penciptaannya untuk beribadah, maka selamatlah dia dalam kehidupan yang kekal, dan jika sebaliknya, maka ia juga akan kekal dalam penderitaannya sejak kematian di dunia,” ungkap ulama muda yang akrab disapa Abiya Hatta ini.

Ditambahkannya, orang cerdas yang beramal untuk bakdal maut akan selalu menjadikan setiap dimensi yang diperbuat di dalam kehidupan, tidak akan pernah keluar dari nilai-nilai ibadah. Baik duduk, makan minum, mandi, tidur, bekerja, mencari nafkah, dan berumah tangga selalu bernilai ibadah dan menjauhi kemurkaan Allah yaitu yang bernilai maksiat di dalamnya.

“Orang cerdas paham betul laut yang diarunginya di dunia ini sangat dalam dan penuh dengan berbagai ujian, sebelum mencapai tepi ajal datang menjemput. Orang cerdas juga paham semua hal untuk keperluan hidupnya di dunia sudah dijelaskan dalam Alquran dan Hadits, ia tidak lagi mencari celah untuk mengelak karena dia hanya berpikir untuk bakdal maut, bukan berpikir qablal maut,” terang Abiya Hatta yang juga Pengurus HUDA dan Bakomubin Aceh ini.(nal/*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help