53.591 Warga Abdya tak Berakta

Sebanyak 53.591 masyarakat di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) belum memiliki akta kelahiran

53.591 Warga  Abdya tak Berakta
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Sukoco Hardiyanto bersama ketiga anaknya yang diberi nama A menunjukkan akta kelahiran di rumahnya di Desa Rasau Jaya 1, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu (7/10/2015) sore. Untuk membedakan saat memanggil nama, ketiga anaknya diberi nama panggilan masing-masing EA (kanan), AE 

BLANGPIDIE - Sebanyak 53.591 masyarakat di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) belum memiliki akta kelahiran. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Abdya Nyak Seh SH mengatakan jumlah penduduk Abdya per 29 Desember 2017 sebanyak 158.322 jiwa.

“Jika dilihat dari total penduduk, yang sudah memiliki akta kelahiran sebanyak 70 persen atau 104.731 org,” ujar Nyak Seh kepada Serambi kemarin. Menurutnya, akta kelahiran yang selama ini banyak diterbitkan adalah akta anak berusia 0 hingga 18 tahun.

“Jumlah anak usia 0 hingga 18 tahun sebanyak 52.004 jiwa. Namun, yang sudah memiliki akta kelahiran 35.213 jiwa,” ujarnya. Namun pihaknya juga menyediakan layanan pembuatan akta kelahiran dengan mendatangi sejumlah sekolah.

Layanan ini, katanya, untuk mendukung program pemerintah pusat memberikan perlindungan dan kepastian hukum tentang kepemilikan dokumen dan akta kelahiran kepada warga negara Indonesia. “Langkah turun ke Paud dan TK adalah program Nawacita. Dimana pemerintah hadir di tengah masyarakat dalam rangka memberikan dokumen resmi kepada warganya,” ungkapnya.

Dia tambahkan, hasil turun sejumlah sekolah itu pihaknya menemukan masih banyak anak-anak yang belum memiliki akta kelahiran. “Bagi yang belum mengurus, para orang tua harus melampirkan foto kopi buku nikah, foto kopi KTP orang tua dan surat dari bidan tempat melahirkan. Bagi yang lebih 60 hari, maka harus melampirkan foto kopi saksi sebanyak dua orang,” paparnya.

Nyak Seh mengakui pengurusan akta kelahiran, sejak beberapa bulan terakhir meningkat. Setiap hari petugas melayani 30 hingga 50 akta kelahiran. Namun, ia menjamin stok akta kelahiran cukup.

Terkait Nikah Siri
Selain itu Nyak Seh juga menerangkan bagi anak atas nikah siri, juga bisa membuat akta kelahiran ke Disdukcapil. Karena, pengurusan akta kelahiran adalah hak individu. “Tapi, dalam akta tersebut hanya dicantumkan nama ibunya, atau bisa buat nama ayahnya. Namun, harus kita buat keterangan atau frase yang berbunyi ‘anak dari ayah dan ibu yang perkawinannya belum tercatat sesuai dengan peraturan perundangan,” terangnya.(c50)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help