Empat Nama Balon Rektor UIN Mencuat

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh akan segera memilih rektor baru untuk periode 2018-2022.

Empat Nama Balon Rektor UIN Mencuat
IST
Suasana upacara HAB di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Rabu (3/1/2018). 

BANDA ACEH - Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh akan segera memilih rektor baru untuk periode 2018-2022. Penjaringan calon rektor pun sudah dimulai sejak 22-26 Januari, dengan agenda awal pengumuman dan sosialisasi penjaringan bakal calon (balon) rektor.

Di internal UIN Ar-Raniry, empat nama profesor mulai disebut-sebut sebagai kandidat. Mereka adalahProf Dr Syahrizal Abbas MA, Prof Dr Warul Walidin Ak MA, Prof Dr Syamsul Rijal MAg, dan Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA (rektor petahana).

Informasi tersebut diperoleh Serambi dari internal UIN Ar-Raniry, kemarin siang. Namun, yang bersangkutan meminta agar namanya tak disebutkan, karena ia bukan panitia penjaringan balon rektor. “Sejauh ini ya empat nama itu yang mencuat kuat di internal kampus, tapi mungkin saja masih ada bakal calon lain yang nantinya muncul,” kata sumber Serambi.

Keempat nama tersebut, jika diamati, merupakan tokoh akademisi di UIN Ar-Raniry sejak dulu hingga kini. Prof Dr Syahrizal Abbas, misalnya, saat ini menjabat Direktur Pascasarjana UIN Ar-

Raniry, sebelumnya menjabat Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh. Selanjutnya, Prof Dr Warul Walidin, merupakan dosen senior di UIN yang juga Ketua Majelis Pendidikan Aceh (MPA). Sedangkan Prof Dr Syamsul Rijal MAg yang juga digadang-gadang sebagai balon rektor, saat ini menjabat Wakil Rektor III UIN Ar-Raniry. Adapun Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim Rektor UIN Ar-

Raniry saat ini mengemban jabatan Rektor UIN Ar-Raniry sejak dilantik Menteri Agama RI, Lukman Hakim pada 19 Juni 2014 silam.

Sumber Serambi mengatakan, keempat nama tersebut sudah sangat santer dibicarakan di lingkungan UIN Ar-Raniry. Namun, hingga kini keempat profesor itu belum dipastikan apakah akan mendaftar atau tidak. “Ini kita yang belum tahu, mungkin pun keempat nama itu nggak semuanya mendaftar nanti. Tapi saat ini ya nama merekalah yang sering disebut-sebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Panitia Penjaringan Calon Rektor UIN Ar-Raniry, Dr Jamhuri MA yang dikonfirmasi Serambi kemarin mengatakan, isu nama tersebut bisa-bisa saja mencuat di internal UIN Ar-Raniry. Namun, secara pasti keempat guru besar itu hingga kemarin belum mendaftar sebagai balon rektor.

“Isu bisa saja begitu, tapi belum jelas, kita kan tidak melihat dari isu. Kalau isu ya bisa-bisa saja, tapi nanti kita lihat apakah nama-nama yang disebutkan itu mendaftar apa tidak,” kata Jamhuri.

Ia terangkan, kesempatan untuk menjadi Rektor UIN Ar-Raniry periode 2018-2022 terbuka lebar bagi semua profesor yang ada di UIN Ar-Raniry. Bahkan pihaknya juga membuka kesempatan bagi profesor di luar Aceh. “Kita ajak semua profesor di UIN Ar-Raniry untuk mendaftar, kalau nama-

nama kan bisa saja mencuat, tapi jelasnya kita lihat nanti berapa banyak yang mendaftar,” ulang Jamhuri.

Rangkaian pemilihan rektor, lanjutnya, dimulai dengan agenda awal, yakni pengumuman dan sosialisasi penjaringan bakal calon rektor sejak 22-26 Januari. Selanjutnya, 24 Januari hingga 5 Februari pendaftaran dan penerimaan berkas bakal calon rektor.

Dilanjutkan dengan klarifikasi, verifikasi, dan penilaian persyaratan administratif bakal calon rektor pada 6-9 Februari. Selanjutnya, pada 12 Februari, panitia akan menetapkan dan mengumumkan hasil verifikasi administrasi, dan pada 15 Februari akan dilakukan penyerahan hasil penjaringan bakal calon rektor oleh Rektor UIN Ar-Raniry ke ketua senat.

“Setelah itu, nama-nama tersebut baru diserahkan ke menteri untuk dipilih sebagai calon rektor. Seb, kita panita hanya bertugas melakukan penjaringan bakal calon, kemudian ke senat, baru ke menteri,” pungkas Dr Jamhuri. (dan)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved