DPRA dan Gubernur tidak Sinkron

MANTAN wakil gubernur Aceh yang juga Ketua Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA PA), Muzakir Manaf alias Mualem

DPRA dan Gubernur tidak Sinkron
Mualem 

MANTAN wakil gubernur Aceh yang juga Ketua Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA PA), Muzakir Manaf alias Mualem angkat bicara terkait polemik RAPBA 2018 yang tak kunjung disahkan. Menurut Mualem keterlambatan pengesahan RAPBA 2018 karena DPRA dan Gubernur Aceh tidak sinkron.

Tanggapan itu disampaikan Mualem menjawab wartawan usai menghadiri pertemuan milisi Moro Islamic Liberation Front (MILF) dengan Wali Nanggroe, Tgk Malik Mahmud Alhaythar di Kompleks Meuligoe Wali Nanggroe di Jalan Soekarno-Hatta, Aceh Besar, Senin (29/1).

“Saya sebenarnya tidak berhak ikut campur. Persoalan ini kita serahkan kepada DPRA dan gubernur. Saya rasa kedua pihak, DPRA dan gubernur tidak sinkron saat ini, kalau sinkron pasti masalah APBA ini sudah selesai,” kata Mualem.

Mualem mengharapkan, polemik APBA yang semakin sengkarut dapat dituntaskan dalam waktu dekat. Ia juga sepakat, jika APBA terlambat maka yang rugi adalah semua lapisan masyarakat Aceh.

“Sudah saya sarankan kepada anggota DPRA, jika ini terlambat maka yang rugi adalah kita semua. Kita harapkan ini bisa tuntas secepat mungkin, karena ini sudah mau masuk bulan kedua,” kata Mualem.

Untuk mengurai berbagai persoalan yang mengganjal pengesahan RAPBA 2018, menurut Mualem yang harus dilakukan oleh eksekutif dan legislatif adalah duduk bersama, membahas dan mencari solusi atas semua persoalan yang ada.

Ia menambahkan, jika kedua pihak duduk bersama dan membahas semua persoalan, Mualem yakin akan ada titik temu terkait persoalan RAPBA 2018. “Saya juga sudah sarankan kepada Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) di DPRA dan Bang Wandi sendiri, duduklah, pasti ada solusi jika sudah duduk (bersama),” pungkas Mualem. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved