Alamai Luka Tembakan di Kepala, Pemimpin Senior Hamas Dikabarkan Meninggal Dunia

"RIP, Imad Elalami, 63 tahun, anggota biro politik Hamas dan salah satu pemimpin Palestina terkemuka telah meninggal dunia," tulisnya.

Editor: Faisal Zamzami
Foto yang diambil pada 6 Februari 2012 menunjukkan pemimpin senior Hamas, Imad Al Alami.(Apaimages via Middle East Monitor) 

SERAMBINEWS.COM, GAZA CITY - Pemimpin senior Hamas di Palestina, Imad Al Alami, yang sempat mengalami luka karena terkena luka tembakan pada awal bulan, telah meninggal pada Selasa (30/1/2018) di Jalur Gaza.

Kepala badan hubungan internasional Palestina, Basem Naim, mengonfirmasikan kematiman Al Alami melalui akun Twitter-nya, tanpa menyebutkan rincian lebih lanjut.

"RIP, Imad Elalami, 63 tahun, anggota biro politik Hamas dan salah satu pemimpin Palestina terkemuka telah meninggal dunia," tulisnya.

Kantor berita Anadolu melaporkan Al Alami mengalami luka serius tiga pekan lalu, ketika sebuah peluru dilaporkan mengenai kepalanya saat dia sedang memeriksa senjata pribadinya di rumah.

(Baca: Bule Ganteng Asal Selandia Baru Nikahi Gadis Indonesia, Begini Kisah Cintanya Hingga Ijab Kabul)

(Baca: Gerhana Bulan Total Terjadi Malam Ini, Ternyata Punya Dampak yang Harus Diwaspadai)

Laporan Middle East Monitor menyatakan Al Alami meninggal di Kompleks Medis Shifa. Dia dirawat secara intensif selama 21 hari.

Pria bernama lengkap Imad Khaled Namik Al Alami lahir di kota Gaza pada 16 Februari 1956. Dia bergabung dengan Hamas sejak usia dini dan aktif dalam media gerakan tersebut.

Dia juga meneria gelar sarjana teknik sipil dari Universitas Alexandria di Mesir, menikah dan memiliki enam anak.

Dia pernah ditangkap antara 1988 hingga 1990 atas tuduhan penghasutan dan diusir dari Jalur Gaza pada 1994.

(Baca: PT Bank Aceh Syariah Cabang Lhokseumawe Salurkan Bantuan ke Korban Kebakaran di Simpang Keuramat)

(Baca: Jokowi Jadi Imam Shalat untuk Presiden Afghanistan, Begini Komentar Fadli Zon)

Al Alami merupakan perwakilan pertama dari kelompok Hamas Palestina di Iran, sebelum dia pergi ke Suriah hingga 2012.

Setelah konflik Suriah meletus pada 2011, Al Alami pindah bersama keluarganya ke Gaza, sebelum akhirnya dia terpilih sebagai wakil pemimpin hamas di Jalur Gaza pada 2013.

Selama serangan Israel pada 2014 di Gaza, Al Alami juga sempat menderita luka-luka di rumahnya.

(Anadolu,Middle East Monitor)
Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved