Tafakur

Umara

Akhir-akhir ini semakin memuncak perseteruan politik di kalangan pemimpin rakyat (umara) dengan beragam kepentingan

Umara

Oleh: Jarjani Usman

“Dua kelompok umatku apabila mereka baik, maka rakyatnya juga baik, yaitu umara dan ulama” (HR. Abu Naim).

Akhir-akhir ini semakin memuncak perseteruan politik di kalangan pemimpin rakyat (umara) dengan beragam kepentingan kelompok, sehingga mengganggu stabilitas negeri. Banyak hal yang wajib dilakukan, terutama mengurus rakyat, menjadi terabaikan.

Seharusnya kepentingan pribadi dan kelompok dikesampingkan demi memberi ruang yang memadai untuk memikirkan nasib rakyat banyak. Bila kepentingan pribadi atau kelompok politik tertentu dipertontonkan dan mewarnai, rakyat akan menjadi bingung dan dirugikan akibat tersendatnya pembangunan. Banyak waktu dan pikiran tersita untuk mencerna pikiran-pikiran yang cenderung berbau politis. Banyak uang habis percuma.

Tentunya kita tak berharap itu akan terjadi. Soalnya, bukan hanya rakyat banyak yang rugi, tetapi juga orang-orang yang tergolong umara. Para umara yang seharusnya memperoleh banyak pahala, malah memperoleh dosa. Bukan hanya dosa dengan Allah, tetapi juga dengan sesama manusia. Orang-orang yang hak-haknya tidak dipenuhi dengan cara patut, akan menjadi korban.

Padahal orang-orang yang termasuk umara telah bersumpah bahwa mereka mampu dan mau berbuat untuk rakyat. Kenyataannya tidak seperti dalam pengakuan. Seharusnya menyelesaikan masalah rakyat, malah membuat masalah-masalah baru dan tak habis-habis bagi rakyat.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help