Reje Pasir Putih Ditahan

Polres Bener Meriah menahan mantan Reje Pasir Putih, Kecamatan Syiah Utama, Bener Meriah bersama bersama anaknya

Reje Pasir Putih Ditahan
SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Ratusan Penghulu Kute di Aceh Tenggara berdemo ke Kantor Bupati Agara, Jumat (26/1/2018). Mereka meminta dana desa tahap kedua segera dicairkan. 

* Sindikat Kupon Berhadiah Ditangkap

REDELONG - Polres Bener Meriah menahan mantan Reje Pasir Putih, Kecamatan Syiah Utama, Bener Meriah bersama bersama anaknya dan seorang pendamping desa. Polres Bener Meriah juga berhasil menangkap empat anggota sindikat penipuan kupon berhadiah di Jawa Barat dan Jambi, seusai seorang warga Bener Meriah melaporkan dirinya ditipu oleh mereka.

Ketiganya diduga telah melakukan korupsi dengan tidak membangun empat jembatan kecil alias fiktif, sehingga kerugian negara sebesar Rp 298.013.000.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Fahmi Irwan Ramli, melalui Kasat Reskrim, AKP Suparwanto SH, Selasa (30/1) mengatakan Reje Pasir Putih telah menyalahgunakan anggaran dana desa. “Dari hasil penyelidikan, diketahui telah terjadi penyimpangan dana desa Pasir Putih, yang seharusnya untuk pembangunan empat buah jembatan, namun tidak dilaksanakan (fiktif),” katanya.

Dia menjelaskan reje bersama dua tersangka lainnya juga mentilep gaji pengurus perangkat desa, dan imam kampung, sehingga, jumlahnya mencapai Rp 298.013.000. Disebutkan, para tersangka yakni mantan Reje Kampung Pasir Putih bernama Ali Hasmi (55), Saiful Hidayat (24) anaknya, serta pendamping desa bernama Muhammad Tamin (27).

Dia menyatakan ketiga orang tersebut secara sengaja menggelapkan atau menggunakan dana desa untuk keperluan pribadi, tanpa membangun infrastruktur jembatan sesuai dengan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ).

“Untuk tersangka Saiful Hidayat, anak dari kepala desa, ia secara sengaja mencairkan dana desa tahap I dan Tahap II, padahal dia mengetahui jika dana desa tidak digunakan ayahnya untuk kegiatan pembangunan desa,” pungkasnya.

Sementara untuk tersangka Muhammad Tamin, mantan pendamping desa, kata AKP Suparwanto, dengan sengaja membuat laporan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) dan laporan realisasi penggunaan dana desa. “Padahal, dia tahu Reje Pasir Putih tidak menggunakan dana untuk kegiatan pembangunan desa sesuai APBDesa 2016,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, ketiga tersangka tersebut terjerat dengan Pasal 2, Pasal 3, Pasal 8 dari Undang - Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 yang dirubah dengan Undang - Undang RI Nomor 20 Tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sindikat Kupon Berhadiah
Kepolisian Resor Bener Meriah berhasil juga menangkap sindikat penipuan jaringan nasional, dengan modus kupon berhadiah mobil HRV, didalam kotak minuman Teh Pucuk Harum, milik PT Mayora Indah TBK.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved