Wereng Padi Meluas Ke-11 Kabupaten

Wereng batang coklat (WBC) padi yang sebelumnya menyerang lima kabupaten di Aceh, kini meluas

Wereng Padi Meluas Ke-11 Kabupaten
SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Lahan pertanian di Kute Seri, Kecamatan Bambel, diserang hama wereng, Sabtu (27/1/2018). 

BANDA ACEH - Wereng batang coklat (WBC) padi yang sebelumnya menyerang lima kabupaten di Aceh, kini meluas menjadi 11 kabupaten dengan luas areal yang sebelumnya 1.200 hektare, kini mencapai 1.455 hektare. Dari jumlah itu, hanya 635,5 hektare yang berhasil disembuhkan.

Kepala UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Aceh, Muazin menyampaikan hal ini kepada Serambi kemarin. (Baca terkena wereng). “Di luar tanaman padi yang terserang hama wereng itu, ada 2.330,5 hektare tanaman padi yang akan terserang wereng, namun karena petaninya cepat melapor kepada petugas pembasmi hama di kecamatan, maka padinya berhasil diselamatkan,” kata Muazin.

Menurutnya, kebijakan pihak Distanbun Aceh bersama UPTD BPTPH untuk mengobati dan mencegah serangan hama padi itu, selain memberikan bantuan obat gratis kepada petani dan petugas penyuluh pertanian, mereka juga mengampanyekan dan melaksanakan aksi gerakan bersama membasmi WBC ke kabupaten/kota yang sedang melakukan tanaman padi pada musim rendeng maupun yang akan panen.

Muazin menyebutkan faktor penyebab WBC, antara lain karena perubahan iklim yang sangat ekstrim dari hujan, muncul panas, tiba-tiba hujan lagi sesaat. Selain itu, jenis benih yang ditanam tidak tahan hama wereng. Misalnya jenis hibrida. “Kita harapkan petani yang tanaman padinya tahun ini sudah terserang wereng, untuk musim tanam berikutnya jangan lagi menanam varietas jenis padi yang sama,” kata Muazin.

Menurutnya, petani suka menanam varietas jenis padi hibrida karena produktivitasnya tinggi mencapai 9-10 ton padi/hektare, padahal jenis benih yang produktivitasnya tinggi, jika sudah berulang kali ditanam, maka varitas benih padinya tidak tahan hama. “Makanya perlu diganti dengan benih padi lainnya yang produktivitasnya juga tinggi, tapi lebih tahan hama wereng WBC, “ ujar Muazin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Drs Hasanuddin Darjo, melalui Kabid Produksi Mukhlis, mengatakan dari 1.455 hektare tanaman padi yang dilapor pihak UPTD BPTPH terkena WBC itu, hanya tiga hektare yang gagal panen alias puso, yakni dua hektare di Pidie dan satu hektare di Bireuen.

Menurut Mukhlis, padi yang puso itu akan diganti benih gratis dari benih cadangan daerah yang setiap tahunnya disediakan sekitar 200 ton untuk penanganan bencana alam. Untuk satu hektare tanaman padi yang puso akibat wereng akan dibantu benih 25 Kg. (her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved