Azhari Cagee Tantang Gubernur

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRA, Azhari Cagee, menantang Gubernur Irwandi Yusuf untuk mempergubkan

Azhari Cagee Tantang Gubernur
IST
AZHARI CAGEE,Anggota Banggar DPRA 

* Untuk Pergubkan APBA 2018

BANDA ACEH - Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRA, Azhari Cagee, menantang Gubernur Irwandi Yusuf untuk mempergubkan APBA 2018. Menurutnya, Gubernur melalui Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) memang tidak memiliki niat untuk mengqanunkan APBA 2018.

“Silakan pergub-kan saja APBA 2018, kami (dewan) tidak takut, jangan dikira kami takut,” pungkas Azhari Cagee kepada Serambi, Kamis (1/2). “Sebenarnya saya nggak mau berkomentar soal anggaran, tapi melihat ini saya muak. Wajar dengan kondisi seperti ini, APBA tidak bisa diselesaikan,” pungkasnya lagi.

Penilaian Azhari Cagee bahwa Pemerintah Aceh tidak berniat mengqanunkan APBA 2018 didasarkan pada dinamika dua hari terakhir. Dalam rapat dua hari lalu (Selasa, 30/1), sebutnya, DPRA dan TAPA telah sepakat untuk melanjutkan pembahasan dokumen KUA-PPAS, terhitung sejak Rabu (31 Januari) hingga Jumat (2 Februari) hari ini. Pembahasan dilakukan antara komisi-komisi di DPRA dengan Kepala SKPA.

Namun kenyataannya, Rabu (31/1), TAPA dan SKPA tidak menepati kesepakatan itu. Keduanya tidak hadir untuk melanjutkan pembahasan dengan banggar atau komisi-komisi di DPRA. Sedangkan pada Kamis (1/2) kemarin, yang datang hanya TAPA yang diketuai oleh Sekda.

“Yang kita undang melalui Gubernur dan Sekda itu adalah para Kepala SKPA, untuk datang membahas dengan komisi-komisi. Tapi sampai hari ini mereka tidak hadir. Soal TAPA datang ke DPRA tadi kita nggak tahu maksudnya, mereka diterima oleh Wakil Ketua Pak Dalimi,” kata Azhari Cagee kemarin.

Hal inilah, menurut Azhari Cagee, yang menunjukkan bahwa Pemerintah Aceh memang tidak berniat mengqanunkan APBA. “Pemerintah Aceh memang tidak ada niat untuk menyelesaikam APBA dengan qanun. Ini kan bisa kita baca sendiri, sudah kita undang tapi tidak hadir,” ucap Azhari Cagee.

Karena itu, ia mempersilakan Gubernur mewujudkan keinginannya untuk mempergubkan APBA 2018. Tetapi ia juga meminta Gubernur untuk mempergubkan persoalan bendera dan lambang Aceh yang hingga hari ini juga masih bersengkarut. “Jadi jangan hal-hal tertentu saja yang dipergub, soal bendera dan lambang juga sudah sangat lama belum selesai-selesai,” tuturnya.

Terpisah , Forum LSM Aceh juga menyampaikan tanggapan terkait berlarutnya proses pengesahan APBA 2018. Ia meminta Pemerintah Aceh agar transparan terkait persoalan APBA 2018.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Forum LSM Aceh, Sudirman, mengungkapkan bahwa sebelumnya, ia menilai Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, adalah pihak yang patut didukung, karena sangat anti dengan dana aspirasi dewan.

Tetapi anehnya, setelah hampir semua dana aspirasi anggota dewan dicoret, Pemerintah Aceh tetap tidak mau hadir memenuhi undangan DPRA untuk membahas dokumen APBA 2018.

“Ini yang menjadi tanda tanya kita semua. Kalau memang masih ada anggaran siluman di RAPBA itu, ungkap saja, agar publik tahu,” pungkas Sudirman.

Menurut Sekjen Forum LSM Aceh ini, keengganan Irwandi untuk bersikap terbuka mengenai RAPBA menunjukkan jika komitmennya dalam membangun semangat transparansi masih diragukan. Padahal, lanjut dia, semangat tranparansi ini yang selalu digaung-gaungkan Irwandi ketika berkampanye dulu.

Karena itu, sekali lagi ia mendesak Gubernur Aceh menyampaikan secara terbuka persoalan APBA ke publik. “Kalau tidak mau press conference seperti yang dilakukan DPRA, kan bisa lewat media sosial. Pak Gubernur kita inikan cukup getol curhat di media sosial,” pungkas Sudirman.(dan/yos)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved