Tafakur

Kefanaan Hidup

Sungguh banyak di antara kita yang tak meyakini apa yang terang terlihat dengan mata. Misalnya, seseorang yang selama ini sangat menikmati hidup sehat

Kefanaan Hidup
Tafakur

Oleh: Jarjani Usman

“Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah hidup (di dunia) kecuali hanya sesaat saja di siang hari, (di waktu itu) mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk” (QS. Yunus: 45).

Sungguh banyak di antara kita yang tak meyakini apa yang terang terlihat dengan mata. Misalnya, seseorang yang selama ini sangat menikmati hidup sehat dan kuatnya, tiba-tiba jatuh sakit parah dan menjadi lemah terkulai. Bahkan ada tiba-tiba terdengar sudah pergi untuk selama-lamanya. Sungguh, tak lama lagi hal yang sama akan mengenai diri kita sendiri. Bagi insan yang belajar dari kenyataan akan semakin baik dan taat dari hari ke hari dalam hidup ini.

Namun demikian, banyak di antara kita yang sangat mengingkari kefanaan hidup. Sangat keras dan terangan-terangan mengingkarinya, seperti yang terlihat dari jalan hidup yang ditempuh yang sangat merusak diri dan orang lain.

Sebahagian lagi bagaikan belum benar-benar meyakininya. Padahal sudah berusia tua. Walaupun mau berbuat baik, tetapi masih gemar mencampur-adukkan dengan yang buruk.

Bersyukurlah bagi orang-orang yang sudah mampu mengantar diri pada keyakinan bahwa hidup hanya sesaat. Sehingga menjalani hidup bagaikan akan segera kembali kepada Allah. Beribadah dengan ikhlas dan berbuat baik dengan sesama adalah sesuatu yang digemari, seakan-akan itulah saat terakhir melakukannya.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help