Terkait AKBP Untung Sangaji Bina Waria, Begini Komentar Ketua Umum Partai SIRA Muhammad Nazar

menjaga nilai-nilai syariat Islam bukan saja tugas masyarakat Aceh, tapi siapa pun yang bertugas di Tanah Rencong

Terkait AKBP Untung Sangaji Bina Waria, Begini Komentar Ketua Umum Partai SIRA Muhammad Nazar
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Muhammad Nazar saat menyampaikan sambutan pada acara Maulid Nabi Muhammad di Ciledug Tangerang, Banten, Minggu (28/1/2018). 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Ketua Umum Partai SIRA, Muhammad Nazar turut memberikan dukungan kepada Kapolres Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata yang lebih populer dengan nama Untung Sangaji.

Ini terkait atas sikap tegas polisi asal Seram Barat itu mengamankan dan membina 12 waria dalam sebuah operasi di Kecamatan Jambo Aye, Aceh Utara beberapa waktu lalu.

Baca: Siapa AKBP Untung Sangaji yang Pernah Kawal Irwandi dan Berani Gerebek Salon Waria?

“Yang dilakukan Kapolres Aceh Utara itu sudah tepat karena untuk menyelamatkan manusia. Kapolres juga telah ikut menjaga nilai hukum Islam yang berlaku di Aceh,” katanya kepada Serambinews.com, Sabtu (3/2/2018).

Dia menjelaskan bahwa menjaga nilai-nilai syariat Islam bukan saja tugas masyarakat Aceh, tapi siapa pun yang bertugas di Tanah Rencong.

Baca: Kapolres Aceh Utara Untung Sangaji Soal Gerebek Salon: Nenek Moyang Kita Tidak Ada yang Waria

Apalagi dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) sudah diatur bahwa rekrutmen prajurit bintara Polri hingga penempatan Kapolda atau pejabat kepolisian di Aceh harus memperhatikan dan mendukung nilai-nilai syariat dan sosial budaya setempat.

“Kita acung jempol buat Pak Kapolres Aceh Utara, Pak Untung yang berani berbuat baik meskipun itu ada risiko pahit,” ujar dia.

Baca: Waria Ini Mendadak Macho, Lari Kencang Sekali, Kejar-kejaran 1 Menit dengan Satpol PP Banda Aceh

Muhammad Nazar menyatakan bahwa menjadi kewajiban semua pihak, termasuk kepolisian untuk mencegah dan membendung perkembangan komunitas LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) di Aceh.

Sebab, dalam Islam sudah jelas diatur mengenai khunsa atau banci dan pribadi yang suka menukar karakter dan perfomannya.

Baca: Setelah Dibina Polisi, Begini Penampilan Para Waria yang Terciduk di Lima Salon di Aceh Utara

“Semua jelas, ada hukumnya secara fiqh serta itu sengaja diatur untuk kebaikan siapapun sekaligus nilainya untuk menghargai HAM,” pungkas Muhammad Nazar.(*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved