Citizen Reporter

Belanja Sampai Mati di Negeri Cina

KISAH tentang negara unik sekaligus menarik di Asia Timur ini tak pernah habisnya, itulah Tiongkok

Belanja Sampai Mati di Negeri Cina
HIDRA SILVIANA

OLEH HIDRA SILVIANA, alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh, melaporkan dari Tiongkok

KISAH tentang negara unik sekaligus menarik di Asia Timur ini tak pernah habisnya, itulah Tiongkok. Negara yang dijuluki “Negeri Tirai Bambu” ini punya segudang cerita dan hal-hal yang membuat kita takjub. Dalam hal ini, untuk pertama kita mungkin sering mendengar petuah orang Arab yang mengatakan bahwa “Tuntutlah ilmu sampai ke Negeri Cina.” Mendengar hal itu tentu kita akan bingung untuk menafsirkan apa yang ada di Tiongkok, sehingga muncul anjuran seperti itu. Namun, ketika tiba di Tiongkok kita akan segera mengerti bahwa semuanya memberi bukti bahwa Tiongkok bisa dijadikan rujukan dalam semua hal, baik itu dari sisi bisnis, pendidikan, teknologi, kebudayaan, dan sebagainya.

Barang yang diimpor ke Indonesia dari Tiongkok kebanyakan produk mesin, elektronik, mainan anak-anak, dan barang pecah belah. Dalam memproduksi barang bisa dikatakan Tiongkok berada dalam posisi nomor 1, mulai dari produk yang original hingga produk Kw semuanya tersedia. Bisa dikata mereka cerdas sebagai produsen maupun konsumen.

Pebisnis atau pengusaha kita di Indonesia kebanyakan berburu barang yang berasal dari Tiongkok. Mulai dari ingin mendapatkan harga murah dengan produk yang bagus hingga pajak rendah dan ketika tiba di Indonesia bisa dijual dengan harga yang lebih kompetitif.

Pada kesempatan ini saya menggunakan waktu liburan sekaligus berbelanja ke Tiongkok dan mendapatkan banyak hal menarik yang juga bisa dikatakan jarang terjadi di Indonesia. Salah satunya adalah di saat kita membeli barang di website-website online yang tentunya kita banyak mengenal blibli.com, shoppe, lazada, dan lainnya di Indonesia. Begitu juga di Tiongkok ada taobao.com, alibaba.com, dan sebagainya. Namun, ada yang berbeda di antara keduanya, terutama dalam hal pengiriman barang. Ketika beberlanja di website shopping kita sangat jarang membeli barang dengan ongkos kirim gratis. Tapi, apa yang saya alami di Tiongkok sangat berbeda, barang semurah apa pun kita tetap mendapat fasilitas gratis ongkir tanpa ada syarat minimal pembelian.

Produk-produk grosir yang ditawarkan di Tiongkok sangat bervariasi, baik dari segi harga maupun ragam produknya. Bagi yang suka berbisnis ini sangat bagus dijadikan peluang menjadi pemasok barang impor dari luar. Berbelanja barang pribadi atau untuk menjadi pebisnis di Tiongkok bisa dikatakan sebuah hal yang menarik.
Saat ini, semua orang dari berbagai negara di Eropa, Timur Tengah, bahkan dari Indonesia sangat banyak kita jumpai di Guangzhou (salah satu kota bisnis) untuk berbelanja.

Saat berbisnis di Tiongkok kita tak perlu takut akan makanan dan sebagainya. Karena, sangat banyak warung dan kantin yang menyediakan makanan halal layaknya di Indonesia. Semua jenis makanan ada, mulai dari yang terbuat dari daging, mi, juga nasi, makanan favorit orang Indonesia. Ikan juga tersedia sangat banyak tersedia di Tiongkok.

Tiongkok memang seperti ditakdirkan menjadi pusat ekonomi dunia. Hal ini didasari faktor peningkatan ekonomi yang semakin hari kian meningkat dan mereka mampu bersaing dengan negara-negara penguasa dunia. Dengan sistem ekonomi dan perdagangan yang mereka tingkatkan bukan tak mungkin nantinya mereka menjadi penguasa ekonomi dunia.

Di Indonesia, seperti yang kita lihat saat ini semuanya sudah penuh dengan barang-barang yang berasal dari Tiongkok, mulai dari pakaian, mainan, elektronik, mesin, dan sebagainya. Produk-produk yang ada itu tentunya dibawa atau diimpor oleh orang-orang Indonesia itu dengan melihat peluang bisnis yang sangat menguntungkan.

Selama dua minggu ke depan saya berada di Tiongkok atau tepatnya di Guangzhou, memperhatikan bagaimana orang-orang Eropa dan Afrika berbelanja dengan gesitnya, layaknya orang lokal, baik itu secara individu maupun kelompok. Ada pula yang menggunakan jasa tour guide. Namun, ada hal yang sangat menarik ketika mereka dengan berani menggunakan bahasa Mandarin untuk menawar yang terkadang terkesan memaksakan logatnya untuk membuat penawaran agar penjual lokal mengerti apa yang ditanyakan.

Artikel “Berbelanja sampai mati ke Negeri Cina”, tentunya bukan sekadar khayalan. Apabila kita ingin ke Tiongkok kita tidak akan puas sebelum berbelanja. Dengan modal sedikit kita akan mendapatkan barang sedemikian banyaknya. Terkadang waktu kita pulang ke Indonesia membawa barang-barang tersebut terkesan akan berjualan dan pihak imigrasi selalu mencurigai hal-hal seperti itu. Padahal, pada kenyataannya barang-barang yang kita dapatkan dengan harga variatif tersebut membuat para pecinta shopping akan menikmati belanja mereka tanpa terasa akan membuat barang tersebut sangat banyak karena murahnya.

Untuk berbelanja dengan puas, Tiongkok sangatlah cocok dijadikan tempat untuk tujuan shopping bagi kaum hawa yang gila akan hal itu. Karena apabila berbelanja di Tiongkok akan terasa seperti surganya produk-produk bagus dengan harga murah dan akan membuat tanpa terasa jinjingan sudah penuh dan terkadang tidak muat untuk dimasukkan ke dalam bus.

Sensasi berbelanja yang luar biasa hanya bisa kita temukan di Tiongkok. Ini tentunya juga akan sangat berbeda seperti yang kita rasakan selama ini di Indonesia. Saat ini, apabila kita melihat sangat banyak pengusaha dari Indonesia yang mengimpor barang dari Tiongkok ke Tanah Air. Pusat-pusat perbelanjaan di Tiongkok juga akan membuat kita terkesan walau bentuknya minimalis atau sangat kecil bagi orang-orang Indonesia. Tapi produk-produk yang ada sangat tertata rapi. Semua fasilitas tersedia, seperti wifi, laptop, dan lainnya. Konsep yang baik inilah yang membuat orang-orang tertarik berbelanja sampai ke Tiongkok.

Negeri Tirai Bambu ini memang negerinya pusat grosir dan pusat belanja untuk memuaskan hati konsumen. Sekilas mungkin hampir mirip seperti yang ditawarkan di Tanah Abang yang ada di Indonesia. Akan tetapi, belanja langsung di dini akan membuat animo para pembeli kian bergejolak melihat barang bagus dengan harga murah.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved