Orang Tua Siswa Protes Rencana Pengutipan SPP

Keputusan komite sekolah SMAN 1 Peureulak, Aceh Timur terkait rencana pengutipan uang Sumbangan Pembinaan

Orang Tua Siswa Protes Rencana Pengutipan SPP
NET
Ilustrasi 

* Rp 30.000/Siswa
* Di SMAN 1 Peureulak

IDI - Keputusan komite sekolah SMAN 1 Peureulak, Aceh Timur terkait rencana pengutipan uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sebesar Rp 30.000/siswa/bulan, menuai protes dari sejumlah orang tua/wali siswa, yang kemudian mengadukan hal ini ke anggota DPRK Aceh Timur, Jailani.

Kepada Serambi, Minggu (4/2), Jailani mengatakan, beberapa waktu lalu, pihak sekolah bersama komite menggelar rapat dengan orang tua siswa, membahas rencana pengutipan uang SPP Rp 30.000 per siswa.

“Orang tua siswa banyak yang keberatan, keluhan mereka terkait rencana pengutipan uang SPP itu disampaikan kepada saya. Karena saat ini, pemerintah sudah memprogramkan pendidikan gratis,” ungkap Jailani.

Berdasarkan informasi yang ia peroleh dari para orang tua siswa, Jailani mengatakan, uang SPP yang dikutip Rp 30.000 per siswa itu rencananya akan digunakan untuk membayar gaji guru honorer.

Jailani pun mengaku merasa prihatin dengan kebijakan pihak sekolah dengan komite yang kembali menerapkan pungutan SPP. Karena menurutnya, hal ini bertentangan dengan program pemerintah yang menggratiskan biaya sekolah.

“Kami minta pihak sekolah dan komite mengkaji ulang rencana pengutipan uang SPP tersebut. Karena banyak orang tua siswa dari kalangan kurang mampu, keberatan dengan pengutipan uang tersebut,” ungkap Jailani.

Kepala SMAN 1 Peureulak, Drs Mustafa, mengatakan bahwa keputusan untuk mengutip uang SPP Rp 30.000 per siswa ini merupakan kesepakatan antara pihak komite sekolah dengan orang tua/wali siswa.

Mustafa mengakui, beberapa waktu lalu pihaknya bersama komite sekolah mengundang semua orang tua siswa untuk mengikuti rapat.

“Dalam rapat itu saya hanya menyampaikan masalah yang saya hadapi. Kemudian mereka (komite dan wali murid) berembuk dan mengambil kesimpulan, lalu disepakati dan diputuskan setiap siswa dikenakan uang SPP Rp 30.000/siswa/bulan,” ungkap Mustafa.

Ia menambahkan, pengutipan SPP Rp 30.000/siswa/bulan ini mulai mulai berlaku Januari 2018.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved