Gubernur Lakukan Pertemuan Informal

Hingga kini belum ada kejelasan nasib Rancangan Anggaran Belanja dan Pembangunan Aceh (RAPBA) 2018

Gubernur Lakukan Pertemuan Informal
MUHARUDDIN, Ketua DPRA 

* Bahas RAPBA 2018 dengan Pimpinan DPRA

BANDA ACEH - Hingga kini belum ada kejelasan nasib Rancangan Anggaran Belanja dan Pembangunan Aceh (RAPBA) 2018 senilai Rp 14,7 triliun. Namun, di tengah-tengah rasa frustrasi atas sikap legislatif dan eksekutif, muncul harapan baru dengan terlaksananya pertemuan informal antara Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dengan jajaran pimpinan DPRA.

Informasi yang diterima Serambi dari kalangan legislatif dan eksekutif, pada Minggu (4/2) malam sekira pukul 22.00-24.00 WIB,

Gubernur Irwandi yang didampingi Wagub Nova Iriansyah, dan Sekda Aceh Dermawan selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) bertemu dengan pimpinan DPRA di Kawasan Blang Padang. Ide pertemuan nonformal tersebut berasal dari Irwandi Yusuf, setelah sebelumnya TAPA tidak hadir dalam jadwal pembahasan dokumen KUA dan PPAS 2018 pada 31 Januari - 2 Februari 2018. Empat pimpinan dewan yang hadir yakni Ketua Muharuddin, Wakil Ketua I Sulaiman Abda, Wakil Ketua II Irwan Johan, dan Wakil Ketua III Dalimi.

Ketua DPRA Tgk Muharuddin yang dikonfirmasi Serambi Senin (5/2) sore, mengakui bahwa pihaknya diundang oleh eksekutif menghadiri pertemuan nonformal terkait kelanjutan pembahasan RAPBA 2018 di rumah dinas Wagub.

Kata Muharuddin, setelah TAPA bersama SKPA-nya tidak hadir dalam jadwal kedua pembahasan kelanjutan KUA dan PPAS 2018 dalam rentang waktu 31 Januari - 2 Februari 2018, Banggar DPRA kembali melayangkan surat undangan berikutnya, yakni pada 31 Januari - 7 Februari 2018.

Belum sampai tanggal 7 Februari 2018, kata Muharuddin, pada Minggu (4/2) malam, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf telah duluan mengundang mereka.

Gubernur menanyakan kepada Pimpinan DPRA apakah Banggar Dewan masih ingin melanjutkan pembahasan RAPBA 2018. Menanggapi pertanyaan itu, Ketua DPRA Muharuddin mengatakan, semuanya tergantung TAPA. “Tergantung TAPA mau hadir atau tidak. Kalau TAPA ingin melanjutkan pembahasan, silakan balas surat Ketua DPRA yang telah dikirimkan kepada Gubernur, 2 Februari 2018 lalu,” kata dia.

Muharuddin mengatakan, pihaknya setuju pembahasan dokumen KUA dan PPAS 2018 yang diinginkan TAPA, tapi waktunya tidak terlalu dibatasi.

“Kalau TAPA yang berjumlah 9 orang bisa menjawab dan menjelaskan pertanyaan 42 anggota Banggar DPRA terhadap usulan program dan kegiatan 60 SKPA yang diusulkan dalam dokumen KUA dan PPAS 2018, maka Banggar Dewan siap membahasnya,” ujar Muharuddin.

Usulan Pimpinan DPRA itu disanggupi TAPA. Tetapi, kata Muharuddin, sebelum dibuat jadwal pembahasan RAPBA yang baru, Gubernur Aceh terlebih dahulu harus membahas surat Pimpinan DPRA yang dikirimkan kepadanya pada 2 Februari 2018. “Sampai Senin Sore kemarin, surat balasan yang dijanjikan gubernur itu belum kita terima,” ujar Muharuddin.

Juru Bicara Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani yang dimintai penjelasannya terkait surat balasan gubernur kepada Ketua DPRA itu mengatakan, pada Minggu malam memang ada silaturahmi dan pertemuan nonformal antara Gubernur dengan empat Pimpinan DPRA di rumah dinas Wagub Kawasan Blang Padang, Banda Aceh.

Hal yang dibahas dalam pertemuan nonformal itu, kata Saifullah Abdulgani, terkait kelanjutan pembahasan RAPBA 2018. Kedua belah pihak membuat janji kembali akan melanjutkan pembahasan RAPBA 2018 sesuai dengan aturan Permendagri Nomor 21 tahun 2011.

Terkait surat balasan yang dijanjikan Irwandi ke Pimpinan DPRA, Saifullah Abdulgani mengatakan, dirinya sudah mendatangi Sekda Aceh Dermawan. “Ketua TAPA mengatakan, surat balasan gubernur kepada Ketua DPRA sedang diproses,” kata Saifullah kepada Serambi. Dikatakan Saifullah, bila sudah selesai, pihaknya akan segera mengantar ke DPRA untuk ditindaklanjuti sesuai dengan hasil pertemuan nonformal antara Gubernur dengan jajaran pimpinan DPRA. “Kita berharap ketegangan yang sempat terjadi antara banggar dewan dengan TAPA sebelumnya, bisa mencair kembali setelah acara silaturahmi dan pertemuan non-formal tersebut,” kata Saifullah.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved