Tafakur

Menata Hati

Ingatlah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging

Menata Hati

Oleh: Jarjani Usman

“Ingatlah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik, maka seluruh tubuh juga baik. Jika itu rusak, maka seluruh tubuh juga rusak. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati” (HR. Bukhari & Muslim).

Kadangkala kita begitu ingin berkuasa dalam mengurus orang lain, tetapi begitu lemah dalam menata hati sendiri. Kalau orang lain maunya begini dan begitu, tapi kesombongan yang sudah lama bersemayam dan mengerak dalam hati sendiri terus terpedulikan.

Padahal akibat kesombongan yang ada di dalam hati, kita menjadi berperilaku tidak islami. Misalnya, seorang penguasa yang hanya memilih menyalami atau memberi salam kepada orang-orang yang dikenal atau “orang-orang besar” saja, dengan mengabaikan orang-orang yang tidak dikenal atau orang-orang biasa meskipun dekat.

Padahal belum tentu yang dianggap “orang besar” adalah mulia menurut Allah. Bisa jadi, yang diabaikan itulah yang termasuk orang-orang mulia, yang mampu menjaga diri dari hal-hal yang dilarang Allah dan selalu melaksanakan yang makruf.

Islam menuntun kita untuk memberi salam kepada orang-orang yang kita kenal maupun yang tidak. Apalagi seseorang terpilih menjadi pemimpin atau penguasa karena bantuan suara-suara orang-orang banyak, termasuk umumnya yang tidak dikenal. Namun untuk bisa berbuat kepada semua, kita perlu menata hati. Alasannya, menurut Rasulullah SAW, hati mempengaruhi perilaku seseorang.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help