Bengkulu Gelar Festival Sastra Internasional, Penyair Aceh Ikut Jadi Penggagas

Aceh sudah beberapa kali menyelenggarakan festival sastra serupa, tapi belum menjadi agenda tahunan pemerintah.

Bengkulu Gelar Festival Sastra Internasional, Penyair Aceh Ikut Jadi Penggagas
SERAMBINEWS.COM/FIKARWEDA
Penyair Mustafa Ismail, asal Trienggadeng

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Penyair asal Aceh, Mustafa Ismail bersama-sama dengan penyair Iwan Kurniawan dan Willy Ana, menggagas penyelenggaraan Festival Sastra Internadional di Bengkulu, pada 13-15 Juli 2018.

Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Begkulu.

Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah sangat antusias terhadap kegiatan yang akan mengangkat nama Bengkulu ini ke kancah nasional dan internasional.

Baca: Tujuh Sastrawan Aceh Hadiri Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia

Antusiasme Rohidin itu disampaikan Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Rusdi, dalam pertemuan antara wakil Pemerintah Provinsi dan Kota Bengkulu dengan panitia Festival pada Senin, (5/2/2018) di Bengkulu.

Pemerintah Bengkulu, kata Rusdi, berharap kegiatan ini akan berlanjut menjadi acara tahunan yang akan mendorong kemajuan seni budaya dan pariwisata di Bengkulu.

Penyair Mustafa Ismail dalam keterangannya kepada Serambinews.com menyebutkan, Pemerintah Provinsi  Bengkulu sudah membentuk tim pendamping, diketuai Kepala Biro Pemerintahan Dan Kesra, Rehal Ikmal. 

Baca: Sastrawan Indonesia Kumpulkan Puisi Gempa Aceh

Anggotanya adalah para pejabat di dinas terkait di Provinsi dan Kota Bengkulu.

"Festival Sastra Bengkulu melengkapi 50 agenda kegiatan besar peringatan ulang tahun emas Provinsi Bengkulu pada tahun ini," kata Mustafa Ismail.

Mustafa Ismail menambahkan apabila seluruh pemerintah di Indonesia bersedia menjadi tuan tumah penyelenggaraan festival sastra, akan mendorong perkembangan dunia sastra di masing-masing provinsi. 

Baca: Kalahkan Haruki Murakami, Ini Dia Pemenang Penghargaan Nobel 2017 di Bidang Sastra

Ia membandingkan, Aceh sudah beberapa kali menyelenggarakan festival sastra serupa, tapi belum menjadi agenda tahunan pemerintah.

"Ke depan kita harapkan jadi agenda rutin, terjadwal dan dihadiri sastrawan-sastrawan internasional," demikian Mustafa Ismail. (*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved