Pusat Ajak PSSI Aceh Berdialog

PSSI Pusat mengajak Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Aceh dialog dalam menyelesaikan sengketa dualisme

Pusat Ajak PSSI Aceh Berdialog
foto bersama dengan Plt ketua umum dan sekretaris umum usai acara di Restoran Meuligoe Gubernur Aceh, Jumat (26/1) siang. SERAMBI/JAMALUDDIN 

* Sidang BAORI

BANDA ACEH - PSSI Pusat mengajak Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Aceh dialog dalam menyelesaikan sengketa dualisme kepengurusan sepak bola di Tanah Rencong sekarang ini. Ajakan tersebut disampaikan Deputi Sekjen Bidang Sepakbola, Marco Garcia Paulo dalam sidang mediasi di Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI), pagi kemarin.

Bertempat di ruang sidang BAORI Lantai XI Gedung KONI Pusat, Senayan, Jakarta, Marco Garcia Paulo didampingi Head of Football Administration & Governence PSSI, Priyanka L Tobing, dan pengacara. Sementara PSSI Aceh dipimpin Ketua Adly Tjalok ben Ibrahim, Koordinator Askab/Askot dan Klub, Nazir Adam, serta Nya’ Muslimah Nasrullah SH selaku pengacara.

Pimpinan majelis sidang, Yusup Suparman SH, MH bersama panitera Grace Olivia Udiata SH, MH memberikan kesempatan kepada kedua belah pihak untuk lebih memilih berdamai. Ternyata, sidang mediasi pertama tersebut disambut baik perwakilan PSSI Pusat dan Adly Tjalok dkk. Sehingga, untuk memperoleh solusi penyelesaian maka kedua pihak harus menghabiskan waktu sampai dua jam lebih.

Ketika itu, Marco Garcia Paulo secara terbuka menawarkan solusi untuk penyelesaian perkara dengan nomor: 01/P.BAORI/I/2018 dengan cara berdialog. “Kami tim mediasi PSSI Pusat meminta kepada Asprov PSSI Aceh membuka ruang dialog. Semoga, dengan tawaran kami sengketa ini bisa segera diakhiri,” ungkap mantan Direktur Pelita Bandung Raya (PBR) tersebut.

Menyusul tawaran dari PSSI Pusat, Adly Tjalok menyambut baik keinginan mereka. Namun, Ketua Umum Asprov PSSI Aceh tersebut memberikan persyaratan kepada Marco Garcia dan Priyanka L Tobing. “Supaya dialog ini agar efektif, kami minta kepada PSSI Pusat untuk menghentikan segala kegiataan yang sedang dijalankan oleh Johar Lin Eng selaku Plt Ketua Umum PSSI Nanggroe Aceh Darussalam,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan dari anggota Exco PSSI Pusat, Johar Lin Eng tersebut semakin mempuruk situasi persepakbolaan di Tanah Rencong. Kini, bukan hanya dualisme di kepengurusan Asprov PSSI Aceh, tak tertutup kemungkinan akan terjadi pula pengurus ganda di Askab/Askot dan klub. Kondisi ini tentu saja akan membawa kerugian besar bagi sepak bola di Aceh.

Sementara Koordinator Askab/Askot dan Klub, Nazir Adam secara tegas mengungkapkan, bahwa PSSI Pusat lah yang selama ini menolak untuk berdialog dan berdiskusi terhadap persoalan tersebut. Bahkan, untuk menyelesaikan kasus ini, pihaknya pernah mendatangi PSSI Pusat guna menemui pengurus. Alih-alih untuk mendapat penjelasan, pengurus Pusat nampak sekali menutup ruang dialog. “Kita sambut baik tawaran ini. Namun, Pusat perlu membuktikan ucapannya,” tegas Nazir Adam.

Meski sidang mediasi awalnya sempat panas, ternyata proses tersebut mulai berlangsung lancar, dan penuh keakraban. Baik Marco Garcia Paulo dkk dan Adly Tjalok ben Ibrahim bersepakat, dan setuju untuk mencapai titik penyelesaian dalam kerangka perdamaian demi kemajuan sepak bola di Aceh. Bahkan, kedua pihak setuju supaya dualisme kepengurusan di Aceh harus segera diakhiri.(ran)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help