Keuchik Tolak Jatah Rastra

Keuchik Gampong Keude Siblah, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), menolak jatah

Keuchik Tolak Jatah Rastra
SERAMBI/ZAINUN YUSUF
Perum Bulog Sub Divre VI Blangpidie mendistribusikan beras keluarga prasejahtera (rastra) jatah Kecamatan Susoh, Abdya. SERAMBI/ZAINUN YUSUF 

* Penerima tak tepat Sasaran

BLANGPIDIE- Keuchik Gampong Keude Siblah, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), menolak jatah bantuan sosial beras sejahtera (bansos rastra) jatah bulan Januari 2018. Data KPM (keluarga peneriman manfaat) yang tidak tepat sasaran menjadi alasan dirinya menolak menerima bantuan beras sebanyak 10 kg per bulan tersebut.

Sebagaimana diketahui, atas permintaan Dinas Sosial Abdya, Perum Bulog Sub Divre VI Blangpidie mulai menyalurkan bansos rastra ke titik distribusi di kecamatan-kecamatan. Kecamatan Blangpidie mendapat jadwal pertama yang disalurkan pada Senin (5/2) lalu. Di kecamatan ini tercatat penerima sejumlah 1.186 KPM rastra yang tersebar di 19 desa/gampong.

Penerima mengambil bansos rastra di kantor kecamatan berdasarkan nama dalam daftar KPM yang dikirim Kementerian Sosial RI. Di titik distribusi kecamatan, rastra tersebut diserahkan petugas kecamatan, dibantu TKSK (tenaga kesejahteraan sosial kecamatan) dan petugas PKH (program keluarga harapan) setempat.

Ternyata, penyaluran rastra yang dulu dinamakan raskin itu diprotes sebagian warga kurang mampu yang datang dari desa/gampong. Banyak warga kurang mampu di sejumlah gampong dalam Kecamatan Blangpidie, tidak terdaftar namanya sebagai penerima. Sebaliknya, warga yang mampu secara ekonomi terdaftar dalam KPM. Malah, sejumlah warga yang telah meninggal juga masih terdaftar sebagai penerima.

Diantara yang sangat kecewa dengan data KPM bansos rastra 2018 adalah Yulizar, Keuchik Keude Siblah, Kecamatan Blangpidie.

“Saya memutuskan menolak bansos rastra jatah Januari 2018,” katanya ketika dihubungi ulang oleh Serambi, Rabu (7/2). Penolakan tersebut disampaikan melalui surat yang ditujukan kepada Camat Blangpidie, Selasa (6/2).

Alasan menolak rastra, karena banyak nama-nama penerima yang terdaftar dalam KPM sebagian besar tidak tepat sasaran. Warga Keude Siblah yang masuk daftar KMP sebanyak 58 orang, berkurang dari tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 100 orang. Selain itu, di antara yang tercatat sebagai penerima adalah warga mampu secara ekonomi, sementara masih banyak warga kurang mampu justru tidak masuk dalam daftar penerima.

“Dari pada saya pusing diprotes atau `diserang” oleh banyak warga, lebih baik rastra tersebut saya tolak,” kata Keuchik Keude Siblah, Yulizar. Dalam hal ini, dia mempertanyakan nama-nama yang terdaftar dalam KPM karena dinilai sangat tidak akurat.

Yulizar mengaku tidak pernah dihubungi atau memberi data tentang nama penerima kepada baik kepada TKSK maupun kepada petugas Dinas Sosial, petugas statistik pun juga tidak pernah turun untuk mendata. “Lalu, dari mana data sangat aneh tersebut didapat,” ungkapnya.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help