SerambiIndonesia/

Tafakur

Menundukkan Hati

Maka mengapa mereka tidak tunduk ketika datang siksaan Kami, bahkan hati mereka amat keras dan setan

Menundukkan Hati

Oleh: Jarjani Usman

“Maka mengapa mereka tidak tunduk ketika datang siksaan Kami, bahkan hati mereka amat keras dan setan menampakkan keindahan terhadap apa yang mereka kerjakan” (QS. Al An’am: 43).

Banyak di antara kita yang berambisi untuk menundukkan hati rakyat untuk patuh pada aturan-aturan yang telah dibuat, dengan mencalonkan diri menjadi pemimpin. Namun sayangnya, tidak sedikit yang tak mampu menundukkan hati sendiri untuk taat kepada Allah.

Dalam kehidupan sehari-hari yang menunjukkan bahwa betapa banyak di antara kita yang tak mau tunduk kepada Allah, mulai dari ibadah hingga muamalah. Dalam hal ibadah, misalnya, di saat azan berkumandang tak jauh dari rumah, banyak yang tak mau peduli pertanda kerasnya hati. Walaupun faham bahwa pahala shalat berjamaah berkali lipat ketimbang shalat sendiri, tetap tak mau melakukannya.

Bukan hanya dalam ibadah, dalam bidang lain juga begitu. Walaupun sudah sangat memahami bahwa berbuat adil itu diperintahkan oleh Allah, tetap saja melakukan ketidak-adilan. Juga sudah tahu melakukan kezaliman sangat dilarang, tetap saja hati tak mau tunduk kepada Allah.

Padahal sudah disebutkan dalam Alquran tentang pentingnya ketundukan kepada Allah. Termasuk di antaranya dengan cara diberikan musibah agar kita insaf dan mau tunduk. Dalam Alquran disebutkan: “Dan sungguh Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelummu, lalu Kami siksa mereka (sebagai ujian) dengan kesengsaraan dan kemelaratan supaya mereka tunduk (kepada Allah) (QS. Al An’am: 42).

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help