Muzakir Manaf Pimpin Kadin Aceh

Muzakir Manaf alias Mualem terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia

Muzakir Manaf Pimpin Kadin Aceh
SERAMBINEWS.COM/MASRIZAL BIN ZAIRI
Muzakir Manaf alias Mualem memberi sambutan dalam musyawarah provinsi Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Rabu (7/2/2018) 

BANDA ACEH - Muzakir Manaf alias Mualem terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Aceh periode 2018-2023 melalui musyawarah provinsi (musprov) di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Rabu (7/2).

Seusai pemilihan, Mualem yang sebelumnya Ketua caretaker Kadin Indonesia Aceh langsung dilantik oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Eddy Ganefo. Pengukuhan Mualem disepakati oleh 23 pengurus Kadin Indonesia kabupaten/kota yang menjadi peserta musprov.

Seusai terpilih, Mualem mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Melalui organisasi itu, Mualem menyampaikan akan melakukan pembinaan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar usaha rakyat kembali mengeliat di Aceh.

Mualem mengatakan pengusaha kecil selama ini terkendala mendapat modal dari perbankan. Kalaupun ada, lanjut Mualem, harus membayar bunga tinggi sehingga usaha sulit berkembang. “Jika rakyat kecil membayar dengan bunga tinggi, maknanya nol juga,” kata Mualem.

Mualem berharap pemerintah pusat bisa membantu menekan perbankan untuk menurunkan besaran bunga terhadap pemberian modal usaha bagi pengusaha kecil. Dengan demikian, tambahnya, usaha rakyat yang ada di Aceh bisa hidup dan maju.

Ketua Kadin Indonesia, Eddy Ganefo mengatakan merujuk UU Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri menyebutkan tugas utama organisasi menjadi mitra pemerintah dan melakukan pembinaan terhadap semua pengusaha, khususnya pengusaha kecil dan menengah.

“Mari kita bina pengusaha kecil dan menengah ini, mereka adanya di daerah dan di provinsi. Karena itu tugas dari pengurus Kadin ini supaya melaksankan pembinaan kepada pengusaha UMKM. Apabila pengusaha UMKM seluruh Indonesia kuat, kita tidak goyah lagi,” katanya.

Jika dilihat dari struktur pengusaha di Indonesia, 99 persennya merupakan pengusaha kecil. “Tapi mereka ini belum mandiri. Selama ini pembinaan UMKM masih sangat kurang. Karena itu, saya berharap kepada pengurus Kadin baru untuk dapat melaksanakan UU Nomor 1 Tahun 1987,” pungkasnya.

Staf Ahli Gubernur Aceh, Abdul Karim saat membuka acara itu menyampaikan Kadin sebagai wadah dan pengayom para pengusaha di Tanah Air dituntut mampu memberikan peran aktif dalam penguatan dan pemberdayaan pengusaha daerah.

“Saya perlu ingatkan, Aceh akan memasuki era investasi baru dengan hadirnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe serta ditopang pula sektor usaha lainnya di berbagai daerah. Kadin Aceh harus dapat tampil sebagai mitra lokal pemerintah dan investor dalam memajukan KEK,” katanya.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved