Citizen Reporter

Bimbel Versi Internet Kian Berkembang

PENERAPAN teknologi komputer dalam dunia pendidikan kian berkembang, seperti Computerized Tutoring System

Bimbel Versi Internet Kian Berkembang

OLEH DR MUSLEM DAUD, Dosen Universitas Serambi Mekkah, Invited Speaker (Pemateri Undangan) untuk CAT pada TEAC 2018, Wakil Ketua Bidang Pendidikan FPRB Aceh, melaporkan dari Hong Kong

PENERAPAN teknologi komputer dalam dunia pendidikan kian berkembang, seperti Computerized Tutoring System (komputer sebagai media belajar), Computerized Assisted Testing-CAT (komputer sebagai media ujian), dan kombinasi Computerized Tutoring and Testing System (komputer sebagai media belajar dan ujian). Perkembangan ini mengemuka di Konferensi Internasional Teknologi Pendidikan dan Penilaian (The Technology-Enhanced Assessment Conference-TEAC), diselenggarakan oleh The Education University of Hong Kong (EdUHK), berlangsung 8-9 Februari 2018 di Hong Kong.

auto-tutor adalah salah satu subtopik menarik yang dibicarakan dalam konferensi tersebut, di mana teknologi komputer diisi dengan berbagai materi pelajaran, diintegrasikan ke internet, sehingga dapat diakses kapan pun. Baik itu untuk menambah wawasan pembelajaran di luar kelas formal sekolah--layaknya les/kursus/ bimbingan belajar (bimbel)--maupun untuk evaluasi penguasaan materi belajar tertentu.

Terdapat sejumlah presenter dari berbagai negara yang berbicara tentang auto-tutor, antara lain, dari Amerika, Hong Kong, Taiwan, Cina, Jerman, Swiss, dan Sloakia. Sejumlah narasumber mengemukan versi masing-masing.

Sejauh yang saya amati,‘bimbel versi internet’ yang berkembang pesat adalah auto-tutor Taiwan.

Auto-tutor  yang dikembangkan di Taiwan ber-series dengan berpedoman pada kurikulum nasional sekolah, untuk pelajaran matematika, bahasa, dan sains. Setiap siswa yang ingin belajar tambahan materi tertentu, bilangan desimal matematika, misalnya, maka siswa tersebut tinggal log in (masuk) ke sistem dan mengakases materi belajar di tempat ia berada.

Menariknya, sistem yang dikembangkan bersifat interaktif, di mana siswa diminta untuk menjawab pertanyaan sebelum, sedang, dan sesudah membaca materi tertentu. Ketika siswa belum mampu menjawab pertanyaan, maka sistem akan meminta siswa untuk mengulang kembali membaca bahan yang sedang diakses, lalu menjawab pertanyaan sebagaimana diajukan sebelumnya.

Jika ia masih belum mampu menjawab, maka sistem akan mengarahkan untuk menonton video pembelajaran berkaitan dengan materi sedang dipelajari. Dengan demikian, sistem sudah diprogram, sehingga siswa tidak akan bisa mengakses materi lebih tinggi jika ia belum mampu menguasai materi yang sedang ia akses.

Menurut Profesor Bor-Chen Kuo, dalam sistem yang mereka kembangkan terdapat 3.000 video pembelajaran, lengkap dengan soal pretest, latihan, dan post-test. “Jumlah video akan bertambah karena pemerintah sudah memperpanjang projek auto-tutor yang mereka kembangkan ini,” ujar distinguished profesor yang juga Dekan Fakultas Pendidikan National Taichung University of Education, Taiwan.

Sementara itu, Professor Chih-Wei Yang mengatakan auto-tutor yang mereka kembangkan akan menambah referensi pembelajaran.

Profesor Magdalena Mo-Ching-Mok, organisator konferensi dari EdUHK, mengatakan auto-tutor yang dikembangkan bukan hanya akan membantu siswa, tetapi juga akan membantu guru dalam mempersiapkan dan menjalankan pembelajaran, terutama materi-materi sulit. Auto-tutor ini juga dapat dikembangkan dalam berbagai materi pelajaran dan atau bahan pelatihan, sesuai dengan kebutuhan.

Hemat saya, kalau Aceh ingin maju pendidikannya dan lulusannya mampu bersaing dengan lulusan luar negeri, maka auto-tutor ini tak boleh kita abaikan dalam penyelenggaraan pendidikan.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved