Home »

Opini

Opini

Harapan Itu Ada di Harapan Bangsa

TIM verifikasi kelengkapan perangkat klub sepakbola yang berasal dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru

Harapan Itu Ada di Harapan Bangsa
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Laga Persiraja dan PSMS Medan 

Oleh Henri Sinurat

TIM verifikasi kelengkapan perangkat klub sepakbola yang berasal dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru memberikan “rapor merah” atas Stadion Teladan. Stadion yang selama ini menjadi homebase PSMS Medan dianggap belum layak untuk menggelar pertandingan Liga 1 Indonesia.

Berdasarkan catatan tim verifikasi, rumput, lampu stadion, toilet dan beberapa fasilitas lain belum layak untuk menopang sebuah pertandingan kasta tertinggi di sepakbola Indonesia. Bahkan loket penjualan tiket belum pernah penulis temukan di Stadion Teladan. Loket penjualan tiket merupakan satu unsur yang kerap dicari oleh pengunjung sebuah stadion. Tim verifikator masih memberikan waktu kepada PSMS Medan untuk memenuhi kelengkapan-kelengkapan dalam mengarungi Liga 1 Indonesia.

Polemik ketidaksiapan klub sepakbola atas stadionnya sendiri beberapa kali terjadi di Indonesia. Persija Jakarta terpaksa mencari stadion lain sejak Stadion Lebak Bulus dibongkar pada 2015. Beberapa kali menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Persija Jakarta akhirnya harus memilih stadion lain untuk dijadikan markas setelah stadion kebanggaan masyarakat Indonesia tersebut harus direnovasi. Gelora Bung Karno direnovasi untuk memenuhi kebutuhan Asian Games 2018.

Persiba Balikpapan juga pernah terpaksa memindahkan markasnya ke Malang. Dipilihnya Stadion Gajayana Malang dikarenakan Stadion Parikesit Balikpapan tidak lolos verifikasi oleh PSSI. Sementara Stadion Batakan belum selesai dibangun pada saat itu.

PSMS Medan tidak sekali ini saja akan menjadi tim musafir. Liga Super Indonesia musim 2008-2009 mencatatkan sejarah bahwa PSMS Medan menjadi satu tim musafir di Indonesia. Stadion Teladan tidak lulus stratifikasi Liga Super. Beberapa laga pertandingan kandang diselenggarakan di Stadion Siliwangi Bandung.

PSMS Medan sempat mengajukan Stadion Utama di Pekanbaru sebagai homebase Tim Ayam Kinantan di perhelatan Liga 1. Beberapa pekan terakhir juga tersiar kabar bahwa Manajemen PSMS mengajukan permohonan untuk menggunakan Stadion Harapan Bangsa di Banda Aceh sebagai homebase Tim Ayam Kinantan.

Dekat dengan Medan
Secara kasat mata tidak ada perbedaan signifikan antara Banda Aceh dan Pekanbaru. Jika kedua daerah ini mengizinkan, sudah barang tentu menjadi keuntungan juga bagi PSMS, karena tidak jauh dari Medan. Akan tetapi jika menilik dari sisi geografis, Stadion Harapan Bangsa lebih dekat dengan Medan ketimbang Stadion Utama Pekanbaru. Jarak Medan-Banda Aceh berdasarkan Google Map adalah 600 km dapat ditempuh selama 10-12 jam via darat, sementara jarak Medan-Pekanbaru adalah 650 km dapat ditempuh selama 12-14 jam via darat.

Stadion Harapan Bangsa tentunya lebih strategis karena dapat lebih mudah dijangkau oleh moda transportasi umum darat dan udara. Stadion ini sangat dekat dengan Terminal Bus Batoh. Jika menggunakan transportasi udara, Medan Fans yang akan datang bisa menggunakan taksi bandara maupun Trans Kutaraja dari depan Bandara Sultan Iskandar Muda.

Sebagai kota tujuan, baik karena faktor pekerjaan dan pendidikan, masyarakat yang berasal dari Kota Medan juga banyak tersebar di Banda Aceh. Tidak jauh berbeda dengan kondisi masyarakat Kota Medan di Pekanbaru. Tentunya, PSMS Medan juga tidak akan kesepian jika terpaksa harus menggunakan Stadion Harapan Bangsa sebagai kandang utamanya.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help