Home »

Sport

Pemain Pakai Pita Hitam

Tim Liga 2, Aceh United FC dan Persip Pase akan melakoni laga amal di Lapangan Simpang Keuramat, Aceh Utara

Pemain Pakai Pita Hitam
PEMAIN bawah Aceh United, Septian Hadi berusaha menghalau bola dari serangan Batuphat Putra dalam pertandingan uji coba di Stadion Pertagas Arun 

* Laga Amal Aceh United vs Persip Pase

LHOKSEUMAWE - Tim Liga 2, Aceh United FC dan Persip Pase akan melakoni laga amal di Lapangan Simpang Keuramat, Aceh Utara, petang ini. Duel ini dipentas dalam rangka membantu korban kebakaran di Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara, baru-baru ini. Dalam tarung tersebut, pemain kedua tim akan memasang pita hitam di lengan, sebagai bentuk berduka atas peristiwa itu.

Persip Pase dipastikan akan menurunkan dua pemain asing dari Pantai Gading, yaitu Serge dan Fariz. Di samping itu juga akan diperkuat sejumlah mantan pemain PSLS semisal M Ali di bawah mistar, Afrizal Abbas, Rizal Leubeu dan Hendra Gunawan. Plus dua pemain PSBL Langsa, Mora Andika dan Rijal Riski serta bintang Kuala Nanggroe FC Banda Aceh, Ikhsan Aiyub.

Sedangkan Aceh United memboyong Syakir Sulaiman, Ferry Komol, Rully Destrian, Ikhwani Hasanuddin, Mursal Zulfikar, Zikri Akbar, Assanur Rijal, Septian Hadi, Muhammad Irfan, Revaldi Diaz Iskanda Jalil, Muhamma Taufiq Aqshar, dan mantan bintang Libertad FC di Liga Paraguay asal Pidie, Zoelfadli. Selain itu, striker jangkung yang juga top skor Liga 3, Arianto akan tampil.

“Bila anda ikut menonton, selain bisa menyaksikan laga yang menarik, juga secara langsung telah ikut beramal membantu korban kebakaran di tempat kami,” lapor Ketua Panitia, Muhammad Romi, yang juga Keuchik desa sempat.

Menurut Muhammad Romi, persiapan panitia sudah matang. Pihaknya menjual harga tiket Rp 10 ribu. Di mana seluruh dana yang terkumpul dari pembelian tiket tersebut akan disumbangkan kepada korban kebakaran. “Laga akan dimulai pukul 15.30 WIB,” pungkasnya.

Seperti diketahui, kebakaran hebat melanda pusat Kecamatan Simpang Keuramat Aceh Utara, Sabtu (27/1) sore, mengakibatkan 59 ruko konstruksi kayu dan semi permanen habis terbakar. Tidak ada korban jiwa, namun hampir semua harta benda milik korban ikut terbakar. Efek lainnya, sebanyak 216 jiwa harus mengungsi. Dari total pengungsi, 17 diantaranya adalah bayi di bawah lima tahun (balita) dan 32 pelajar baik tingkat SD ataupun SMP sederajat.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help