Rekanan Sebut Dana Rp 2,8 Miliar tak Cukup untuk Pemeliharaan Jalan Nasional di Aceh Tenggara

"Kita juga sudah berulangkali pacing jalan, tetapi muncul lubang baru. Jadi anggaran tidak cukup apalagi di daerah Ketambe sering longsor."

Rekanan Sebut Dana Rp 2,8 Miliar tak Cukup untuk Pemeliharaan Jalan Nasional di Aceh Tenggara
SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Salah satu lubang di ruas jalan nasional yang menghubungkan Aceh Tenggara dan Sumatera Utara, persisnya di Desa Lawe Tua, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Minggu (11/2/2018). 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Jalan nasional sepanjang 70 kilometer di perbatasan Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Sumatera Utara, bertabur lubang.

Pihak rekanan yaitu, Gala Fila Mandiri (GFM) Kutacane, menyatakan dana sebesar Rp 2,8 miliar yang dialokasikan dalam APBN 2017, tidak cukup untuk melakukan pemeliharaan jalan seperti memperbaiki jalan berlubang, mengeruk parit yang terseumbat, dan lainnya.

"Kita juga sudah berulangkali pacing jalan, tetapi muncul lubang baru. Jadi anggaran tidak cukup apalagi di daerah Ketambe sering longsor," kata Direktur GFM Kutacane, Iskiki Handoko kepada Serambinews.com, Minggu (11/162/2018).

Seorang pengendara sepeda motor, Bukhari, kepada Serambinews.com mengatakan, lubang-lubang di jalan nasional kawasan itu antara lain terdapat di Lawe Tua Makmur, Lawe Sigala, Suka Makmur, Lawe Beringin Gayo dan sekitarnya.

(Baca: Lubang Maut Jalan Nasional Semadam Aceh Tenggara Menunggu Korban, Berlubang dan Tergenang Air)

(Baca: Jalan Rusak, Warga Bisa Tuntut Pemerintah)

(Baca: Innalillahi Waiina Ilaihi Rajiun, Jatuh Saat Lewati Jalan Rusak di Pidie, Warga Bireuen Digilas Truk)

Kondisi jalan rusak ini terjadi sejak setahun lalu, dan sampai saat ini belum diperbaiki.

Selain itu, saluran parit sumbat sehingga air menggenangi jalan pada musim penghujan.

Di sisi lain, Ketua LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Aceh Tenggara, M Saleh Selian menilai, banyaknya lubang dan badan jalan retak-retak, disebabkan lemahnya pengawasan pihak PJN-1 Aceh. Mereka meminta Gubernur Aceh segera mengevaluasi kinerja PJN-1 Aceh.

Terkait pemeliharaan jalan yang dilakukan rekanan, menurut Saleh, dikerjakan asal-asalan dan tidak merata. Buktinya, masih banyak jalan berlubang dan badan jalan retak, yang menyebabkan rawan terjadi kecelakaan.(*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help