Opini

Arsip sebagai Warisan Budaya

ARSIP merupakan rekaman kegiatan atau peristiwa yang bermakna sebagai titik sentral dalam pembangunan

Arsip sebagai Warisan Budaya
KADIS Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Zulkifli SPd MPd (kiri), memberikan buku bacaan kepada murid TK pada acara IMKa Fair di halaman Kantor Camat Kutabaro, Aceh Besar 

Oleh Zulkifli M. Ali

ARSIP merupakan rekaman kegiatan atau peristiwa yang bermakna sebagai titik sentral dalam pembangunan peradaban manusia yang perlu dicatat serta memiliki nilai strategis dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa, yang lahir dan diciptakan oleh penyelenggara negara dalam kontek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Arsip memiliki makna dan nilai kekinian (sebagai bukti akuntabilitas dan tranparansi), serta alat bukti autentik yang sah dalam dalam proses penegakan hukum dan nilai kenantian (sejarah masa lalu sebagai memori kolektif bangsa) yang berfungsi sebagai alat bantu pengambilan keputusan, pusat ingatan, bukti eksistensi organisasi dan untuk kepentingan organisasi lainnya. Oleh karena demikian, maka arsip harus dikelola dengan baik supaya tetap utuh.

Menurut UU No.43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, Pasal 1 ayat (2) bahwa; Arsip adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dari UU di atas, dapat disimpulkan bahwa arsip bisa berupa tulisan, suara, maupun gambar baik itu gambar statis maupun gambar dinamis yang merekam seluruh aktivitas kegiatan maupun peristiwa yang terjadi di sebuah negara. Dengan kata lain, arsip adalah memori yang merekam jejak-jejak perjalanan sebuah bangsa. Oleh karenanya, pakar kearsipan mengatakan, “dunia tanpa arsip adalah dunia tanpa memori, tanpa kepastian hukum, tanpa sejarah, tanpa kebudayaan dan tanpa ilmu pengetahuan, serta tanpa identitas kolektif”.

Memori kolektif
Memori atau sejarah merupakan kenangan masa lalu harus dijaga kelestariannya, guna menjadi suatu media atau alat bukti yang selalu akan dipakai untuk menghadapi persoalan maupun untuk sarana pengambilan keputusan di masa yang akan datang. Menumbuhkan kecintaan pada sejarah tentunya dapat menumbuhkan juga rasa cinta kita terhadap cinta tanah air, perasaan tersebut bisa tumbuh setelah melihat dan mengamati jejak-jejak perjalanan bangsa yang terkumpul dalam arsip.

Dengan mengetahui jejak perjalanan bangsa ini, sehingga kebanggaan kita sebagai warga negara Indonesia terus meningkat setelah mengetahui tentang bagaimana perjuangan para founding father (pendiri bangsa) dalam mewujudkan sebuah negara yang merdeka dan berdaulat. Sebagai wujud dari kecintaan warga negara terhadap bangsa dan negaranya adalah dengan menghargai, merawat arsip, dan meneladani jejak langkah perjalanan bangsa melalui kiprah para pendiri bangsa tersebut.

Begitu pentingnya arsip sebagai memori kolektif bangsa, satu organisasi di bawah PBB yang bergerak di bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan, UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) mencanangkan proyek pengamanan Warisan Dokumentasi Dunia dalam program Memory of the World. Dalam pandangan UNESCO, memori dunia adalah dokumentasi yang tersimpan di perpustakaan, lembaga kearsipan, dan museum di seluruh dunia yang harus dilindungi keberadaannya.

Lembaga kearsipan menjadi salah satu institusi penting dan keberadaannya menjadi strategis dalam menjaga warisan memori dunia serta menyediakan informasi mengenai sejarah perjalanan bangsa bagi warganya. Dengan tersimpan di lembaga kearsipan tersebut, maka dokumen (arsip) tersebut akan menjadi memori kolektif yang bisa dimanfaatkan oleh banyak orang, dan ingatan kolektif adalah cikal bakal kebersamaan dalam rasa memiliki akan sebuah bangsa.

Mengingat pentingnya arsip sebagai memori kolektif bangsa, maka pemeliharaan, pengelolaan arsip secara baik penting untuk dilakukan guna menjaga informasi yang sangat berharga. Pemeliharaannya tidak sekadar memelihara fisik arsip, tetapi juga informasi yang terkandung di dalam arsip tersebut. Lingkungan penyimpanan arsip meliputi ruangan arsip, kantor, gedung, atau lokasi di mana saja arsip disimpan. Kantor-kantor baik pemerintah maupun swasta, perlu mendapat pengamanan dari berbagai macam bahaya, seperti kebakaran, kebanjiran, pencurian, sabotase.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help