Dishub Desain Kapal ke Sabang

Dinas Perhubungan Aceh sudah mengajukan program desain untuk pengadaan kapal baru di rute Ulee Lheue

Dishub Desain Kapal ke Sabang
T FAISAL, Kabid Pelayaran Dishub Aceh

* Diajukan Tahun Ini

BANDA ACEH - Dinas Perhubungan Aceh sudah mengajukan program desain untuk pengadaan kapal baru di rute Ulee Lheue, Banda Aceh-Balohan, Sabang. Program itu diajukan ke pemerintah provinsi melalui APBA maupun ke kementerian perhubungan melalui APBN.

Kabid Pelayaran Dishub Aceh, T Faisal MT, kepada Serambi mengatakan, untuk pengadaan kapal yang akan melayani penyeberangan Balohan-Ulee Lheue harus dilakukan secara multiyears. Tahun ini mereka hanya mengajukan program desain kapal, tahun selanjutnya baru dilakukan tender pengadaan kapal.

Dalam menyusun perencanaan dan desain kapal, Dishub Aceh akan bekerja sama dengan konsultan dalam bidang tersebut. Menurut Faisal, dalam pengadaan kapal pelayaran memang harus didesain terlebih dahulu. Sebab, kapal yang akan dipesan akan menyesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik laut di Aceh.

“Jadi berapa kebutuhan biaya untuk pengadaan kapal ke Sabang akan diketahui setelah kita desain nanti, karena harga bahannya seperti baja setiap tahun terus berubah-ubah, begitu juga spesifikasinya harus disesuaikan dengan daerah operasionalnya,” ujar T Faisal, kemarin.

Dia menyebutkan, anggaran desain kapal itu akan diajukan ke dua sumber anggaran, APBA maupun APBN. Jika pun nanti disetujui dari dua sumber pembiayaan tersebut, maka kapal akan dialihkan ke rute lainnya di Aceh. Sebab di Aceh memiliki delapan rute pelayaran yang memang masih kekurangan kapal.

Namun, kata Faisal, biaya pengadaan kapal ke Sabang melalui Kementerian Perhubungan kecil kemungkinan disetujui. Sebab, Kementerian lebih fokus pada pengadaan kapal untuk jalur perintis, yang belum terhubung oleh pelayaran komersil. Sedangkan rute Sabang dinilai sudah menjadi rute pelayaran komersil.

Dia berharap, program desain kapal dapat disetujui anggarannya tahun ini. Sehingga tahun depan akan dilanjutkan dengan tender pengadaan kapal. “Biasanya proses pembuatan kapal juga memakan waktu samapi dua tahun,” tandas T Faisal.

Wakil Ketua Komisi IV DPRA, Asrizal H Asnawi mengatakan, pengadaan kapal untuk rute Sabang-Ulee Lheue dinilai lebih penting, karena bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat banyak. Namun begitu, dia mengaku dalam pembahasan APBA mereka belum sempat membahas rencana kerja dan anggaran (RKA).

Dikatakan, seharusnya Dishub Aceh sudah mengajukan perencanaan kapal dari tahun sebelumnya, sehingga tahun ini bisa dianggarkan. “Seharusnya pemerintah lebih serius dalam pengadaan kapal ini, karena memang lebih penting kapal air daripada kapal terbang. Karena menyangkut dengan kepentingan orang banyak,” ujarnya.

Asrizal tidak mempermasalahkan pengadaan kapal diajukan melalui APBA maupun APBN. Malah, jika pengadaan melalui APBN mengalami kendala, maka pengadaan kapal itu disarankan supaya direalisasikan melalui APBA. Apalagi jika melihat estimasi harga kapal penyeberangan, masih memungkinkan dibeli dengan APBA.

Dikatakan, bahwa tahun 2016 sudah pernah dianggarkan pengadaan kapal feri Rp 40 miliar. Namun pada saat ini pembelian kapal tersebut batal dilakukan.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved