SerambiIndonesia/

Salam

Mubes PA Ramai Calon Ketum, Pertanda Apa?

Partai Aceh (PA), sebagai partai lokal terbesar dan pemenang pemilihan legislatif empat tahun lalu, kini semakin

Mubes PA Ramai Calon Ketum, Pertanda Apa?
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Jelang pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) II Partai Aceh, sejumlah kader PA dan Komite Peralihan Aceh (KPA) mulai berkumpul di Muraya Kyriad Hotel, Banda Aceh, Senin (12/2/2018) malam. 

Partai Aceh (PA), sebagai partai lokal terbesar dan pemenang pemilihan legislatif empat tahun lalu, kini semakin bersikap terbuka dan demokratis, walau para analis politik di daerah ini memperkirakan PA akan mendapat tantangan berat di tahun 2019. Keterbukaan dan sikap demokratis PA antara lain diperlihatkan dalam Musyawarah Besar (Mubes) yang berlangsung di Banda Aceh dalam dua hari ini.

Jika dulu musyawarah-musyawarahnya lebih terkesan formalitas atau settingan, tapi kini mereka benar-benar menggelarnya sebagai sebuah forum yang demokratis. Paling tidak, itu terlihat dari jumlah calon ketua umum pusat PA yang mendaftar ada tujuh orang. Yakni, Dr Mariati (perempuan politisi PA), Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak (Wakil Ketua DPA-PA), Roni Ahmad alias Abusyik (Bupati Pidie), Sarjani Abdullah (mantan bupati Pidie), Yusaini alias Abu Yus (dari PA Aceh Barat), Azhar Abdurrahman (mantan bupati Aceh Jaya), dan Muzakkir Manaf (yang sampai kemarin masih Ketua Umum DPA PA serta mantan wagub Aceh).

Dengan jumlah calon sebanyak itu, ditambah lagi figur-figurnya juga berkelas jagoan, maka jika semua berjalan apa adanya, dapat dipastikan akan sangat seru. Tapi, harus diingat, yang namanya musyawarah, endingnya pasti ada yang harus mengalah atau dikalahkan untuk kepentingan partai yang lebih besar.

Pertanyaannya, siapa yang akan mengalah, siapa pula yang kemudian menjadi yang terbaik di mata peserta musyawarah. Dan, pilihan itu biasanya sudah mengkristal lebih dulu. Hanya saja, hal itu baru disuarakan pada saat wilayah-wilayah menyampaikan pendapat terhadap kinerja kepengurusan Mualem dan kawan-kawan.

Soal siapa Ketua Umum DPA PA yang akan terpilih, itu urusan peserta mubes. Buat kita yang tidak ikut mubes, tentu memiliki harapan besar bahwa setiap partai politik harus memperbaiki kinerjanya. Misalnya, kader-kader yang ditempatkan di eksekutif dan di legislatif harus memiliki komitmen yang kuat untuk membela kepentingan rakyat. Gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, wakil wali kota, serta para anggota legislatif yang notabene semuanya dari parpol atau dukungan parpol, dalam mengemban tugas jangan hanya memikirkan urusan sendiri dan kelompoknya.

Tentang sikap “cuek” keder parpol terhadap rakyat secara nasional, pernah dinarasikan secara ilmiah oleh seorang pakar. Katanya, ada dua kecenderungan yang semakin meluas dalam praktik politik kita dan tercermin juga dalam perilaku partai politik. Pertama, kesibukan dengan diri sendiri cenderung lebih tinggi intensitasnya daripada kemampuan membuka diri kepada rakyat yang telah mendukungnya. Sikap self-centered ini menandai taraf kematangan yang belum tinggi.

Kedua, yaitu kecenderungan untuk sibuk dengan hal-hal kecil yang kurang penting. Ya, padahal, harusnya pikiran dan orientasi mereka dikonsentrasikan pada suatu tujuan besar dengan mengesampingkan berbagai hal kecil yang sering berhubung dengan kepentingan diri dan kelompok. Inilah kunci mendapat simpati rakyat dalam pemilu.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help