Ribuan Warga Kota Rayakan Maulid Akbar

Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh, Senin (112/2), menggelar maulid akbar yang dipusatkan di Lapangan

Ribuan Warga Kota Rayakan Maulid Akbar
WARGA sedang menikmati hidangan pada kenduri maulid akbar yang digelar Pemko Banda Aceh, di Lapangan Blangpadang, Senin (12/2). 

BANDA ACEH - Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh, Senin (112/2), menggelar maulid akbar yang dipusatkan di Lapangan Blangpadang. Belasan ribuan warga Banda Aceh dan sekitar itu hadir pada peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang menyediakan ratusan idang meulapeh (hidangan).

Ini adalah kali pertama perayaan maulid akbar Pemko Banda Aceh digelar secara terbuka di Lapangan Blangpadang dan dihadiri belasan ribuan undangan. Pada tahun-tahun sebelumnya, peringatan maulid digelar di balai kota dengan jumlah undangan yang terbatas.

Sebelum tausiah, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman bersama wakilnya, Zainal Arifin, menyerahkan santunan kepada 500 anak yatim. Sedangkan tausiah diisi oleh Tgk Salman Saf, Pimpinan Majelis Zikrullah Aceh Wilayah Pantai Barat Selatan. Acara diakhiri makan bersama dengan menu utama bu kulah dan kuah beulangong.

Wali Kota, Aminullah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perayaan maulid merupakan bagian dari upaya umat untuk menanamkan nilai-nilai luhur dan menghadirkan keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan dan cara membumikan syi’ar Islam di Kota Banda Aceh.

“Melalui peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, kita diharapkan terus memupuk jiwa dengan nilai-nilai luhur dan agung yang terkandung dalam ajaran Islam dan menanamkan akhlak yang mulia, serta nilai-nilai kemanusiaan yang telah diteladankan oleh Rasulullah SAW,” katanya.

Karena itu, Aminullah mengajak semua warga kota untuk kembali menyalakan identitas ureung Aceh dan budaya Aceh yang sarat dengan nilai-nilai agama agar tidak memudar tergerus zaman.

Salah satunya, merayakan maulid, membaca zikir barzanzi, meudikee, meudala-e, peumulia jamee, mengaji setelah magrib, menutup tempat usaha kala tiba waktu shalat fardhu, shalat berjamaah, dan lain sebagainya, tanpa perlu ada perintah dari wali kota.

Seusai acara, Aminullah juga mengatakan akan menjadikan perayaan maulid sebagai wisata islami di kota berlabel Gemilang itu. Bahkan, Aminullah berencana agar perayaan maulid tahun depan bisa mengundang utusan dari negeri tetangga dan provinsi lain di Indonesia. “Kami ingin besarkan syiar melalui maulid ini,” pungkasnya.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help