Satu Balon Rektor UIN Gugur

Panitia penjaringan bakal calon (balon) Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh

Satu Balon Rektor UIN Gugur
Kolase Serambinews

BANDA ACEH - Panitia penjaringan bakal calon (balon) Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh, telah melakukan verifikasi dan penilaian berkas administrasi terhadap enam balon rektor yang telah mendaftar beberapa waktu lalu. Hasilnya, satu balon rektor atas nama Prof Dr Jamaluddin MEd digugurkan, karena tidak memenuhi syarat.

Juru Bicara Panitia Penjaringan Bakal Calon Rektor UIN Ar-Raniry, Dr Jamhuri MA kepada Serambi kemarin mengatakan, Prof Dr Jamaluddin MEd gugur, karena tidak memenuhi kualifikasi sebagaimana persyaratan yang berlaku. “Setelah kita nilai dan kita cek berkas administrasi, ada dua hal yang beliau tidak memenuhi syaratnya,” kata Jamhuri kepada Serambi di Banda Aceh, Senin (12/2) siang.

Pertama, Prof Jamaluddin tidak memenuhi syarat dari segi manajerial jabatan atau jabatan fungsional di Kampus UIN Ar-Rarniry. Menurut Jamhuri, semua bakal calon rektor harus duduk dalam jabatan di kampus selama dua tahun, minimal ketua jurusan. “Nah, Prof Jamal sebenarnya beliau pernah menjabat ketua jurusan, tapi tak sampai dua tahun sudah menjadi wakil dekan,” kata Jamhuri.

Wakil dekan pun, katanya, juga tidak sampai dua tahun dijabat Prof Jamaluddin, selanjutnya ia menjabat salah satu jabatan di BRR NAD-Nias kala itu. Kemudian setelah BRR, ia menjabat Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah XIII Aceh hingga kini. “Jadi, tim penjaringan tidak mengaku adanya akumulasi jabatan. Artinya, tidak bisa ketua jurusan ditambah dengan dekan lalu dihitung dua tahun, tetap harus satu-satu jabatan. Jadi, jabatan yang beliau emban di kampus, semuanya tidak sampai dua tahun, ini tidak memenuhi syarat,” kata Jamhuri.

Selanjutnya, syarat lain yang tidak dipenuhi oleh Prof Jamaluddin saat menjabat sebagai ketua jurusan menggunakan nota dinas, bukan surat keputusan (SK). Menurutnya, untuk semua bakal calon rektor, jabatan yang pernah diisi di kampus harus dibuktikan dengan SK, bukan nota dinas. “Dua syarat itulah yang tidak dipenuhi Prof Jamal, makanya gugur,” kata Jamhuri.

Sementara itu, lima profesor lainnya, yakni Prof Dr Misri A Muchsin MAg, Prof Dr Syahrizal Abbas MA, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA, Prof Warul Walidin Ak MA, dan Prof Dr Syamsul Rijal MAg dinyatakan lulus tahap verifikasi administrasi. Selanjutnya, lima nama profesor ini akan diserahkan oleh tim penjaringan ke Rektor UIN Ar-Rarniry lalu diserahkan ke tim senat.

Sementara itu, Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon Rektor, Dr Abdul Jalil Salam MAg, mengatakan, kelima nama itu akan segera diserahkan ke Senat UIN Ar-Raniry untuk dilakukan penilaian dan pertimbangan kualitatif pada tanggal 19-26 Februari. “Nanti akan dilakukan rapat senat tertutup dan semua bakal calon yang masuk ini akan diundang untuk diminta menulis visi misi, menulis program kerja, dan sebagainya,” kata Dr Abdul Jalil Salam.

Setelah itu, tim senat nanti akan merekomendasikan lima nama itu untuk dikirimkan ke Kementerian Agama. Kelima nama itu akan dilihat lagi oleh tim tujuh, tim tersebut akan mengeliminasi dua nama dari lima nama yang diserahkan. “Tim tujuh inilah yang memangkas dua nama, hanya tiga nama nanti yang akan diserahkan ke menteri, dan itu bulat-bulat keputusan Pak Menteri untuk memilih satu nama,” pungkas Dr Abdul Jalil Salam. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help