Tak Dapat Visa Berobat ke Israel, 54 Warga Palestina Meninggal Dunia

Menurut WHO, kondisi sistem birokrasi telah melemahkan hak pasien asal Palestina untuk mendapatkan perawatan kesehatan.

Tak Dapat Visa Berobat ke Israel, 54 Warga Palestina Meninggal Dunia
Pasien menjalani perawatan cuci darah di sebuah rumah sakit di Gaza.(Getty via The New Arab) 

SERAMBINEWS.COM, GAZA - Lebih dari 50 warga Palestina dilaporkan meninggal dunia pada 2017, saat menunggu izin visa Israel untuk melakukan perawatan medis. Tak lebih dari setengah aplikasi yang diajukan mendapat izin visa tersebut.

Data tersebut disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) pada Selasa (13/2/2018). Laporan mereka menyebut ada 54 warga Palestina yang akhirnya meninggal saat menanti izin visa dari Israel.

Menurut WHO, kondisi sistem birokrasi telah melemahkan hak pasien asal Palestina untuk mendapatkan perawatan kesehatan.

Terkait kondisi tersebut, pemerintah Israel beralasan, ketatnya pemeriksaan diperlukan sebagai langkah antisipasi atas keamanan bagi mereka yang berasal dari Jalur Gaza yang dikuasai Hamas.

Baca: Ada yang Beda Film Wiro Sableng Versi Vino G Bastian, Rambut Sang Pendekar Tak Segondrong Aslinya

Baca: Cristiano Ronaldo Ucapkan Assalamualaikum saat Bertemu Khabib

Warga Gaza membutuhkan izin Israel untuk meninggalkan kawasan tersebut dan masuk ke Yerusalem ataupun Tepi Barat untuk mendapat pelayanan medis yang didanai Otoritas Palestina yang diakui internasional.

Perawatan medis berat seperti untuk pengobatan kanker tidak tersedia di Gaza, terutama karena kekurangan fasilitas dan pembatasan oleh Israel terhadap impor teknologi medis yang berpotensi dimanfaatkan Hamas untuk tujuan militer.

Lebih dari 25.000 aplikasi permohonan perjalanan medis yang diajukan kepada otoritas Israel di 2017, dan hanya 54 persen yang disetujui tepat waktu. Angka itu turun dari 62 persen di 2016.

Baca: Bikin Merinding! Sebelum Putuskan Berhijab, Kartika Putri Mimpi Jadi Mayat dan Dishalatkan

Baca: Heboh Berita Gubernur Aceh Bolehkan Perayaan Valentine Day, Ini Penjelasan Jubir Pemerintah Aceh

"Penurunan yang terjadi sangat mengkhawatirkan dan telah berada pada tingkat terendah sejak WHO mulai memantau hal ini pada 2008," kata Direktur WHO di Palestina, Gerald Rockenschaub dilansir AFP.

WHO bersama badan hak asasi manusia Al Mezan, Amnesti Internasional, Badan Hak Asasi Manusia (HRW), Bantuan Medis untuk Palestina, dan Dokter Hak Asasi Manusia Israel, meminta agar pembatasan terhadap warga Palestina yang membutuhkan pengobatan di Israel dapat dipermudah.(AFP)

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help