SerambiIndonesia/

Tiga Kecamatan di Pidie Rawan Gempa

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Apriadi SSos, mengatakan tim geologi dari Pusat Vulkanologi

Tiga Kecamatan di Pidie Rawan Gempa
Lokasi gempa bumi di Geumpang, Kabupaten Pidie serta distribusi sesar aktif di Wilayah Aceh. (Foto: Dok TDMRC Unsyiah)  

SIGLI - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Apriadi SSos, mengatakan tim geologi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung, menemukan Kecamatan Tangse, Mane dan Gempang, masuk dalam kawasan patahan gempa Aceh. Sehingga dataran tinggi di wilayah tengah kabupaten itu rawan gempa yang bisa terjadi secara berulang. Saat ini, tim tersebut masih melakukan kajian hingga Rabu (14/2), di sejumlah titik di Kecamatan Tangse, Mane dan Geumpang.

Ia menjelaskan, tim ini terdiri dari Dr Supartoyo, Athanasius Cipta ST MDM, Gangsar Turjono, dan Juanda, juga akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat setempat terkait cara pengurangan risiko bencana. Sehingga diharapkan bisa meminimalisir jumlah korban jika gempa kembali terjadi. “Hasil penelitian potensi gempa oleh tim ahli geologi ini nantinya akan diserahkan kepada Pemkab melalui BPBD Pidie,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam merencanakan pembangunan ke depan, pemerintah fokus pada upaya mitigasi bencana. Bukan sebaliknya, pascagempa warga kemudian dihujani bantuan. Mitigasi bencana yang dimaksud, merupakan rangkaian usaha yang dilakukan untuk mengurangi risiko bencana saat melakukan pembangunan fisik maupun nonfisik dengan meningkatkan pemahaman warga terhadap potensi bencana di wilayah tersebut.

“Upaya mitigasi bencana sangat perlu dilakukan di wilayah ini. Karena kawasan Tangse, Mane dan Geumpang berada di patahan gempa. Sehingga warga diminta selalu waspada,” tukasnya.

Apriadi menambahkan, dari hasil kajian sementara tim geologi terkait gempa berkekuatan 5,3 skala richter (SR) yang terjadi Kamis (8/2) sore, ternyata berpusat di Lhok Kuala, Geumpang.

Data jumlah rumah rusak akibat gempa pada Kamis (8/2) sore di Kecamatan Geumpang, Pidie, bertambah dari sebelumnya tercatat hanya 23 rumah rusak, kini bertambah menjadi 78 unit sesuai data terbaru

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pidie, Ir H Dewan Ansari, menjelaskan bahwa pendataan ulang ini dilakukan menyusul laporan Camat Geumpang yang menyebutkan jumlah bangunan rusak bertambah. Seperti, rumah warga, kantor pemerintahan, dan tempat ibadah.

Padahal dalam laporan awal jumlah bangunan rusak disebabkan bencana gempa bumi itu berjumlah tiga unit rumah. Di antaranya, satu mesjid, satu kantor Camat Geumpang dan satu Puskesmas setempat.

Pemkab Pidie kemudian melakukan pendataan ulang dengan melibatkan pihak BPBD, Dinas PUPR, Bappeda, Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Pidie, Dinsos, serta Muspika Geumpang dan beberapa instansi terkait lainnya. Data terbaru ini nantinya akan diverifikasi kembali untuk menentukan tingkat kerusakannya.(naz/aya)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help