SerambiIndonesia/

ISBI Aceh ‘Bius’ Pengunjung Melayu Day

Delapan mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh berhasil ‘membius’ penonton lewat tiga tari andalan

ISBI Aceh ‘Bius’ Pengunjung Melayu Day

* Lewat Tiga Tari Andalan

BANDA ACEH - Delapan mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh berhasil ‘membius’ penonton lewat tiga tari andalan saat tampil pada Festival Melayu Day of Yala yang berlangsung 9-12 Februari 2018 di Kota Yala, Thailand.

Dalam festival yang berlangsung selama empat hari itu, tim ISBI Aceh menampilkan tari Ratoeh Jaro, Gurauan Bujang Dara, dan Rapa-i. Festival yang dibuka Wakil Gubernur Songkhla, Mr Anuchit Trakul, diikuti negara-negara Melayu seperti Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam, dan tuan rumah Thailand.

Pimpinan Produksi tim ISBI Aceh, Sabri Gusmail MSn, dalam rilisnya yang diterima Serambi, Selasa (13/2), mengatakan, kehadiran ISBI Aceh dalam perhelatan Melayu Day of Yala itu menambah corak berbeda dalam sajian pertunjukan yang diadakan pada setiap malam tersebut.

Aplaus atas penampilan apik mahasiswa-mahasiswi ISBI Aceh itu tak hanya dari penyelenggara, respon positif juga bermunculan dari masyarakat Kota Yala yang menyaksikan acara tersebut. “Aplaus datang dari tim kesenian lain yang ikut memeriahkan festival tersebut, seperti tim kesenian Kota Yala, Pattani, Songkhla, Malaysia dan Brunei Darussalam,” jelas Sabri.

Sukses tim kesenian ISBI Aceh juga mendapat pujian dari Rita Tri Mutiawati dan Samsul Hernoto, Perwakilan KBRI Bangkok. Keduanya berharap tim ISBI Aceh memperoleh kesempatan tampil di even-even lain. Perwakilan KBRI itu juga berkeinginan mengundang ISBI Aceh pada kegiatan yang dilaksanakan KBRI Bangkok di masa mendatang.

Sementara itu, Wali Kota Yala, Mr Pongsak Yingchon Charoen, saat membuka Festival Melayu Day of Yala, mengatakan, kegiatan tersebut sudah bergulir sejak tahun 2014. Festival itu sendiri diselenggarakan untuk menyoroti budaya Melayu Yala.

Sejumlah kegiatan digelar pada festival kali ini seperti parade budaya Melayu dari Malaysia, Indonesia dan Brunei. Selain itu juga diadakan seminar tentang bahasa Melayu, parade gajah, kompetisi layang-layang, kontes pidato Thai-Melayu, demonstrasi memasak lokal, dan Pertunjukan budaya.(aji)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help