Polisi Amankan Dua Beko di Tambang Emas

Polres Aceh Barat mengamankan dua unit alat berat jenis beko di lokasi tambang emas illegal di Kecamatan Pante

Polisi Amankan Dua Beko di Tambang Emas
SEBUAH beko ketika diamankan Polres Aceh Barat di kawasan tambang emas ilegal di pedalaman Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis pekan lalu. 

* Pekerja Kabur, Pemilik Masih Dilacak

MEULABOH - Polres Aceh Barat mengamankan dua unit alat berat jenis beko di lokasi tambang emas illegal di Kecamatan Pante Ceureumen Aceh Barat. Dua beko tersebut disita dalam sebuah operasi penertiban penambangan emas illegal pada Kamis pekan lalu yang dilaporkan semakin meresahkan.

Hingga kemarin, dua beko yang belum diketahui pemilik itu sudah ditarik dari lokasi pedalaman tersebut ke Polsek Pante Cereumen. Direncanakan beko itu akan dibawa ke Mapolres untuk proses pengusutan lebih lanjut.

Selain itu polisi masih melacak pemilik kedua beko tersebut karena ketika tim datang ke lokasi para pekerja dan operator beko sudah melarikan diri. Kapolres Aceh Barat AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK kepada Serambi kemarin membenarkan bahwa tim gabungan dari Sat Intelkam dan Sat Reskrim dikerahkan ke lokasi tambang illegal pada Kamis lalu.

“Ada dua beko yang diamankan di lokasi tambang emas ilegal itu. Saat ini masih kita diselidiki,” katanya. Dikatakannya saat tim turun ke lokasi kedua alat berat tersebut tidak sedang bekerja, tetapi berada di kawasan yang diduga tempat tambang emas illegal yakni di pinggir sungai.

Polisi masih melacak apakah beko itu digunakan untuk tambang emas atau untuk kegiatan lain. Bobby menjelaskan kedua alat berat itu direncanakan akan ditarik ke Mapolres Aceh Barat untuk proses penyelidikan untuk memastikan lebih lanjut kasus tersebut.

“Rencananya akan dibawa turun ke Meulaboh,” katanya. Menurutnya tim yang dikerahkan pihaknya ke lokasi tambang emas ilegal di Kecamatan Pante Ceureumen untuk menindaklanjuti laporan masyarakat.

Sejumlah lokasi yang disebut sebagai tambang emas illegal sudah menjadi target penertiban petugas seperti di Kecamatan Sungaimas, Panton Reu dan Pante Ceureumen.

Kapolres menyebutkan apabila nanti dalam proses penyelidikan terbukti kedua beko digunakan untuk kegiatan tambang emas illegal, pihaknya akan meningkatkan status penyelidikan.

Sementara itu polisi mengimbau kepada pemilik beko untuk segera menyerahkan diri. Sampaikan kapan pun para pelaku yang terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Dalam kasus ini para pelaku dijerat dengan Undang-undang (UU) Nomor 4/2009 tentang Pertambangan Minerba dan Batubara serta UU Nomor 18/2013 tentang Pencegahan dan Perusakan Hutan,” kata Kapolres AKBP Raden Bobby Aria Prakasa.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved