Polisi Tangkap Mafia Curanmor

Jajaran Polres Bireuen berhasil menangkap sindikat pencurian sepeda motor (sepmor) antar-kabupaten dan mengamankan

Polisi Tangkap Mafia Curanmor
Lima tersangka pelau curanmor sedang jongkok saat Kapolres Bireuen AKBP Riza Yulianto SE SH sedang memberikan penjelasan kasus tersebut, Selasa (13/2) di Mapolres Bireuen.serambi/YUSMANDIN IDRIS 

* 33 Sepmor Diamankan
* Sindikat Lintas Kabupaten

BIREUEN - Jajaran Polres Bireuen berhasil menangkap sindikat pencurian sepeda motor (sepmor) antar-kabupaten dan mengamankan 5 tersangka serta 33 unit sepmor dalam berbagai jenis sebagai hasil kejahatan mereka. Masih ada pelaku yang diperkirakan berkeliaran mengingat mereka merupakan jaringan kejahatan terselubung atau mafia antar-kabupaten.

Kapolres Bireuen AKBP Riza Yulianto SE SH yang didampingi Kasat Reskrim Iptu Riski Andrian SIK, KBO Reskrim, Kanit Pidum, dan puluhan personel lainnya mengatakan, sejak dua bulan terakhir banyak laporan kehilangan sepeda motor masuk ke Polres Bireuen. Berdasarkan laporan awal tersebut, Polres Bireuen membentuk tim khusus yang memburu para pelaku curanmor tersebut.

Upaya memburu para pelaku juga tidak lepas dari peran dan informasi masyarakat. Polres Bireuen kemudian melakukan koordinasi antar-Polres yaitu Polres Aceh Besar, Pidie, Bener Meriah, dan Bireuen. Petugas pun mulai mengamankan satu per satu sepeda motor hasil curian di berbagai tempat penadah, penampung, maupun di beberapa unit rumah.

“Pelaku jaringan pencurian sepeda motor jumlahnya tidak banyak, baru tertangkap lima orang, tapi mereka bergerak antar-kabupaten yaitu Aceh Besar, Pidie, Bener Meriah, dan Bireuen. Hasil curian dari Bireuen umumnya ditemukan di kawasan Bener Meriah, sedangkan hasil curian di Bener Meriah dilepas ke kabupaten lain,” kata Kapolres dalam jumpa pers di Mapolres Bireuen, kemarin.

Sedikitnya ada 33 unit sepmor yang berhasil diamankan, 12 unit diantaranya hilang berdasarkan laporan pemiliknya ke Polres Bireuen, sedangkan 21 unit lainnya diduga hasil kejahatan mereka yang belum diketahui siapa pemiliknya. Amatan Serambi, ke-33 unit sepeda motor hasil kejahatan mereka, sebagian besar sudah diutak-atik. Ada yang dibongkar dan dipasang kerangka lain atau kunci kontak ditukar dengan yang lain.

Peralatan kerja para pelaku curanmor sangat sederhana berupa kunci T dan berbagai peralatan lainnya. Kelima tersangka, kata Kapolres Bireuen yang didampingi belasan anggota tim lapangan Satreskrim, ditangkap di beberapa tempat. Tiga di antaranya merupakan warga Bireuen, dua warga Bener Meriah.

Menjawab Serambi, apakah mereka satu jaringan, Kapolres mengaku mereka bekerja secara sistematis, mulai dari pemetik di lapangan, penampung sementara, kemudian orang yang melego dengan harga murah. Usia tersangka masih muda, berkisar 18-29 tahun. Untuk sementara, motif mereka diduga faktor ekonomi.

Jika sebelumnya menggunakan kunci T, modus pencurian saat ini sedikit berubah, yakni dengan mematahkan stang, mendorong, lalu kabur. Beginilah modus lima pelaku pencurian sepeda motor yang sudah diamankan Polres Bireuen.

Kata Kapolres, setelah mematahkan stang, pelaku mendorong sepmor ke tempat sunyi.

Pada saat yang sama, datang rekannya dengan sepeda motor. Jika berisiko, sang pelaku siap dibawa lari teman. Bagi yang melihat, kemungkinan mengira sepmor kehabisan minyak.

“Jadi, mereka mengincar pemilik kendaraan yang lengah, dimana begitu keadaan sepi langsung bergerak mematahkan stang dan mendorong,” kata Kapolres. Seusai mendorong beberapa puluh meter langsung ke lorong atau ruas jalan agak sepi, kendaraan dihidupkan, lalu bergerak jauh meninggalkan lokasi.

Ada 5 orang pelaku curanmor yang diamankan. Namun, jumlahnya bisa terus bertambah, tergantung hasil penyelidikan di lapangan. “Tim lapangan terus bergerak dan sepertinya masih ada beberapa tersangka lain yang terus diburu. Diperkirakan bukan saja dari Bireuen, tapi kabupaten/kota lainnya juga. Soalnya, jaringan mereka di empat kabupaten yaitu Aceh Besar, Pidie, Bener Meriah, dan Bireuen,” ujar Kapolres Bireuen. Selain kasus curanmor, para pelaku juga sedang diselidiki dugaan keterlibatan dalam aksi pencurian lainnya, mulai dari membongkar rumah, mencuri sepeda dayung maupun aksi kriminal lainnya.

“Informasi dari masyarakat menjadi penting bagi petugas untuk menganalisa, bergerak, dan menyelidiki lebih lanjut sehingga tersangka mudah ditangkap dan diproses sebagaimana mestinya,” ujar Kapolres. Bagi yang merasa kehilangan sepeda motor, dapat melihat di Mapolres Bireuen. Bila sepmornya sesuai dengan STNK yang dimiliki, pihak kepolisian menyilakan pemilik mengambil.(yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help