Puluhan Rumah Warga Rusak

Maraknya eksploitasi air tanah secara berlebihan menggunakan sumur bor di sejumlah titik dalam kawasan Gampong

Puluhan Rumah Warga Rusak
Warga Gampong Lengkong, Kecamatan Langsa Baro, Suandi Mahmud, memperlihatkan rumahnya yang retak diduga akibat mulai labilnya tanah daerah itu, pascamaraknya ekploitasi air di Gampong Lengkong. Foto direkam Selasa (13/2). SERAMBI/ZUBIR 

* Dampak Pengeboran untuk Usaha Air Minum

LANGSA - Maraknya eksploitasi air tanah secara berlebihan menggunakan sumur bor di sejumlah titik dalam kawasan Gampong Lengkong, Kecamatan Langsa Baro, diduga menjadi penyebab hilangnya kestabilan tanah dan mengeringnya sejumlah sumur warga.

“Akibat banyaknya pengeboran untuk menyedot air tanah, membuat turunnya permukaan tanah. Sehingga beberpa rumah mulai retak-retak dan terancam amblas,” kata Suandi Mahmud, warga Gampong Lengkong, Selasa (13/2).

Pengeboran untuk mengeksploitasi air tanah oleh sejumlah warga yang memiliki usaha air minum isi ulang ini, telah berlangsung sejak beberapa bulan lalu dan luput dari pengawasan pemerintah. Padahal akitivitas ini, sangat merugikan lingkungan.

“Awalnya, kami mengira rumah yang retak-retak ini akibat gempa. Namun keretakannya semakin lama semakin parah, walaupun wilayah Langsa tidak dilanda gempa. Warga pun kemudian menarik kesimpulan bahwa hal ini akibat aktivitas pengeboran yang memang banyak dilakukan dalam beberapa bulan terakhir di gampong ini,” ungkapnya.

Ia menilai, penyedotan air tanah ini sudah di luar batas wajar, dan tidak memperhatikan dampak terhadap lingkungan sekitar. Warga pun khawatir jika aktivitas yang dilakukan segelintir pengusaha air minum isi ulang ini tidak segera dihentikan, bisa membahayakan seluruh bangunan yang berada di permukaan tanah. Karena lapisan bawah tanah menjadi kosong/tidak padatnya lagi.

“Saat ini, banyak rumah yang dindingnya mulai retak, lantai rumah bergelombang, seperti mau amblas. Beberapa bangunan rumah juga ada yang mulai miring,” sebutnya.

Dijelaskan Suandi, kondisi ini sudah berlangsung sejak tahun 2016 lalu, dan kini semakin parah. Ia puun meminta pemerintah segera turun melakukan pengecekan dan kemudian membatasi kegiatan eksploitasi air di Gampong Lengkong ini. Terhadap rumah yang rusak juga seharusnya mendapat ganti rugi baik dari pengusaha maupun dari Pemko Langsa yang menerima pajak atas usaha air minum isi ulang tersebut, atau Pemerintah Gampong Lengkong.

“Saya sudah pernah meminta aparat gampong untuk menggelar musyawarah, dengan memanggil pemilik usaha air minum yang melakukan pengeboran air tanah dan mengundang warga yang rumahnya rusak, guna bisa dicari solusi bersama. Namun hingga kini tidak pernah ada pertemuan itu, dan keluhan kami tidak dihiraukan,” ungkapnya.

Warga sebenarnya tidak bermaksud untuk menghalang-halangi usaha air minum sejumlah warga di gampong itu. Tetapi, harus ada aturan terkait pengeboran air tanah agar dampaknya tidak merugikan warga lain yang juga tinggal di lokasi yang sama. “Kami hanya mencari keadilan atas rusaknya rumah kami, dan kami mendesak harus ada pihak yang bertanggung jawab atas kerugian yang kami alami ini,” imbuhnya.

Sekretaris Gampong Lengkong, Siswanto, mengaku bahwa usaha pengeboran air tanah di gampong itu sudah berlangsung sejak tahun 2008. Pihaknya mencatat sekarang sudah ada 10 unit usaha air minum isi ulang di gampong tersebut yang hampir seluruhnya mengandalkan sumber air dari sumur bor yang mereka buat.

Dirincikannya, setiap harinya sekitar 100 ribu liter air yang diproduksi dari 10 unit usaha air isi ulang ini, yang dijual ke warga sekitar termasuk dari luar gampong tersebut. Sedangkan pendapatan asli gampong (PAG) dari usaha itu tidak ada sama sekali.

Terkait eksploitasi air tanah ini diakuinya bisa berdampak buruk bagi kondisi tanah yang kemudian berdampak buruk pada bangunan di atasnya. “Sumber air dari sumur di sekitar lokasi ini juga mulai mengering,” ungkapnya.

Untuk mengatasi hal ini pihaknya meminta Pemko Langsa melalui dinas terkait untuk segera menurunkan tim guna melakukan kajian secara teknis, agar warga bisa mendapat penjelasan secara pasti penyebab dan dampak dari pengeboran air tanah tersebut terhadap lingkungan sekitar di Gampong Lengkong.(zb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help