SerambiIndonesia/

Gubernur Diminta Teken MoU

Ketua Komisi V DPRA, Mohd Al Fatah selaku komisi membidangi pendidikan meminta Gubernur Aceh

Gubernur Diminta Teken MoU
MOHD AL FATAH, Ketua Komisi V DPRA

* Antara SMK Penerbangan dengan Boeing dan Air Bus

BANDA ACEH - Ketua Komisi V DPRA, Mohd Al Fatah selaku komisi membidangi pendidikan meminta Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf meneken perjanjian kerja sama (MoU) antara SMK Penerbangan Blangbintang, Aceh Besar dengan perusahaan pembuatan pesawat boeing, Amerika Serikat dan air bus, Inggris. Kerja sama berlanjutan bidang pendidikan kedirgantaraan itu diperlukan apalagi tahun lalu sekolah tersebut sudah pernah mengirimkan guru untuk magang di kedua perusahaan pembuatan pesawat di dua negara itu.

Ketua Komisi V DPRA, Mohd Al Fatah menyampaikan hal ini dalam rapat pembahasan peningkatan mutu SMK Penerbangan Blangbintang Aceh di ruang rapat Komisi V DPRA, Banda Aceh, Rabu (14/2). “Tujuannya supaya akreditasi SMK Penerbangan naik dan dikenal perusahaan maskapai penerbangan nasional dan internasional, sehingga lulusannya nanti mudah mendapat pekerjaan di berbagai maskapai dalam dan luar negeri,” kata Mohd Al Fatah.

Saat memimpin rapat tersebut, Al Fatah antara lain didampingi Anggota Komisi V DPRA, Yunardi Natsir dan Sjech Ahmadin, Kepala Dinas Pendidikan Laisani, Kepala Badan Pendidikan dan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Syahrul Badaruddin, Founder dan Managing Direktor Indonesia Education Partnerships, Brook Williams Ross, serta Kepala SMK Penerbangan Blangbintang, Gerinaldy.

Selain itu, kata Al Fatah, untuk menyahuti rencana Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf membuka perakitan pesawat terbang jenis N219 bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia di Kawasan Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, SMK Penerbangan Blangbintang yang telah beroperasi tiga tahun, juga perlu peningkatan SDM guru dengan pelatihan keahlian dan penyediaan alat praktik yang memadai.

Pada 2017, kata Mohd Al Fatah, SMK Penerbangan melalui Mrs Brook William Ross selaku Direktur Founder & Managing Direktor, Indonesia Education Partnership sudah mengirim empat guru untuk magang ke pabrik pembuatan pesawat Boeing di Amerika dan dua guru ke pabrik pembuatan pesawat Air Bus, Inggris.

Menanggapi usulan Mohd Al Fatah, Kadis Pendidikan Aceh, Laisani, Kepala SMK Penerbangan Blangbintang, Gerinaldy dan Founder dan Managing Direktor Indonesia Education Partnerships, Brook Williams Ross setuju kerja sama ini dilanjutkan. Laisani mengatakan dirinya mendukung ide dan gagasan Komisi V dan siap mengusulkan anggaran yang dibutuhkan dalam pembahasan RAPBA 2018.

Misalnya usulan dana untuk bahan praktik dan peningkatan mutu guru dan siswa dengan cara mengirim magang ke berbagai perusahaan penerbangan pesawat di dalam dan luar negeri. “Termasuk keinginan untuk merakit pesawat jenis Ultra untuk SMK Penerbangan kita upayakan anggarannya,” kata Laisani.

Menurutnya, hal itu juga untuk menyahuti Program Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf yang akan membangun hanggar perakitan dan service pesawat N219 Produksi PT Dirgantara Indonesia di Blangbintang, Aceh Besar. Intinya, kata Laisani, peningkatan kompetensi guru dan siswa SMK Penerbangan terus didukung oleh Disdik Aceh, di sampingi juga mendukung program dan kegiatan SMK lainnya, seperti SMKPerikanan, Kelautan, Peternakan, Pertanian, dan Perkebunan. “Ini sangat penting agar lulusan SMK di Aceh ke depan bisa memasuki pasar kerja lokal, nasional, global, dan mandiri, sehingga tidak lagi menambah deretan jumlah pengangguran di Aceh,” ujar Laisani. (her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help