Romeo, Katak Langka yang Mencari Juliet di Jagat Maya

Peneliti sudah berkali-kali mencoba mencari betina untuknya. Namun, Juliet yang ditunggu-tunggu tak kunjung ketemu juga.

Romeo, Katak Langka yang Mencari Juliet di Jagat Maya
katak air Sehuencas (Telmatobius yuracare) (zmescience) 

SERAMBINEWS.COM - Ada yang unik menjelang hari kasih sayang ini. Sebuah iklan pencarian jodoh untuk seekor katak ditayangkan di berbagai media daring.

Hal ini bukan tanpa alasan. Romeo, nama katak tersebut, adalah katak yang paling kesepian di dunia. Pasalnya, Romeo merupakan satu-satunya katak air Sehuencas (Telmatobius yuracare) yang diketahui hidup di planet ini.

Peneliti sudah berkali-kali mencoba mencari betina untuknya. Namun, Juliet yang ditunggu-tunggu tak kunjung ketemu juga.

Bila Romeo tak bertemu dengan sang betina, bisa dipastikan bahwa tidak akan ada seorang pun yang bisa menyaksikan katak endemik Bolivia ini lagi di alam liar.

Baca: Cerita Si Kanibal Sumanto dari Panti : Mayat yang Enak ya Orang Baik Seperti Pak Menteri

Romeo ditemukan dalam sebuah ekspedisi yang dipimpin oleh ahli biologi Arturo Muñoz di hutan Bolivia 10 tahun yang lalu.

"Kami sudah tahu ada masalah dengan spesies ini. Itulah kenapa kami memutuskan membawa katak ini ke penangkaran untuk mencoba membiakkannya," kata Muñoz.

Sayangnya, peneliti tidak menemukan Sehuencas lain di alam liar. Maka, tinggalah Romeo sendirian di sebuah akuarium di Cochabamba, Bolivia.

Sejak itu pula ia melakukan panggilan kawin untuk katak sejenisnya, tetapi hasilnya nihil.

Katak air Sehuencas umum ditemukan di Bolivia. Namun jumlahnya terus menurun dengan cepat dalam beberapa tahun terakhir karena berbagai faktor, termasuk perubahan iklim, kehilangan habitat, dan polusi.

Halaman
12
Editor: Fatimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved