Soetardji Serahkan Peta Perbatasan Aceh-Sumut

"Generasi muda Aceh ke depan bisa melihat batas wilayah daerahnya di peta sesuai dengan aslinya,”

Soetardji Serahkan Peta Perbatasan Aceh-Sumut
SERAMBINEWS.COM/NASIR YUSUF
Peta perbatasan Aceh-Sumut. 

Laporan M Nasir Yusuf | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Mantan Kepala Biro Pemerintahan Aceh, Drs Soetardji, Rabu (15/02/2018) menyerahkan peta perbatasan Aceh - Sumatera Utara ke Dinas Perpustakaan dan Arsip Aceh.

Penyerahan peta yang ditandatangani Gubernur Sumatera Utara, Raja Inal Siregar dan Gubernur Aceh, Prof Dr Ibrahim Hasan MBA, diterima kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Aceh, Zulkifli Ali SPd, MPd, dalam suatu acara yang berlangsung di rumah Soetardi di kawasan Gampong Pineung, Banda Aceh.

“Saya berharap dengan penyerahan ini ke Dinas Arsip dan Perpustakaan, generasi muda Aceh ke depan bisa melihat batas wilayah daerahnya di peta sesuai dengan aslinya,” kata Soetardji.

Sementara itu, Kadis Perpustakaan dan Arsip Aceh, Zulkifli M Ali mengatakan pihaknya menyambut baik penyerahan peta batas wilayah tersebut.

Baca: Tekan Konflik Susulan, Polisi Blokade Perbatasan Aceh-Sumut

“Dengan adanya penyerahan peta ini, Dinas Perpustakaan dan Arsip Aceh akan semakin banyak memiliki koleksi dokumentasi penting yang menyangkut tentang Aceh,” katanya.

Selain mengucapkan terimakasih atas ketulusan Drs Soetardji menyerahkan naskah sangat bernilai tersebut, Zulkifli M Ali yang didampingi Khudri S.Ag, MA (dari Biro Pemerintah Setda Aceh) dan Kabid Pengelolaan Arsip juga mengharapkan masyarakat yang memiliki arsip yang berhubungan dengan bangsa dan negara agar menyerahkan ke lembaga kearsipan untuk disimpan di Depo Arsip.

Hal ini, kata Zulkifli, sesuai dengan amanah UU. No.43 tahun 2009 tentang kearsipan, bahwa untuk menjamin ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya, menjamin pelindungan kepentingan negara dan hak-hak keperdataan rakyat.

"Untuk mendinamiskan sistem kearsipan, diperlukan penyelenggaraan kearsipan yang sesuai dengan prinsip, kaidah, dan standar kearsipan sebagaimana dibutuhkan oleh suatu sistem penyelenggaraan kearsipan nasional yang andal," kata Zulkifli. (*)

Penulis: Nasir Yusuf
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved