Bank Indonesia  Panen Cabai Merah di Ketol

Areal tanaman cabai seluas lima hektare yang dikelola oleh Kelompok Tani Sumber Berkah di Kampung Pondok Balik

Bank Indonesia  Panen Cabai Merah di Ketol
Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, bersama pihak Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumwe, melakukan panen raya cabai merah di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Rabu (14/2).foto/ist 

TAKENGON - Areal tanaman cabai seluas lima hektare yang dikelola oleh Kelompok Tani Sumber Berkah di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (14/2) mulai memasuki panen raya. Penanaman cabai merah itu mendapat dukungan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumawe.

Kepala KPwBI, Yufrizal, Rabu (14/2) mengatakan, pengembangan tanaman cabai di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, merupakan salah satu upaya dalam menekan angka inflasi (kenaikan harga barang). “Ada lima komoditas yang berkontribusi besar di daerah kita ini, terhadap laju inflasi,” kata Yufrizal. Kelima komoditas tersebut, lanjut Yufrizal, diantaranya cabai merah, bawang merah, bawang putih, dan padi dengan pola tanam hazton. Untuk Kabupaten Aceh Tengah, diberikan dukungan untuk pengembangan cabai merah. “Kami berkewajiban untuk menjaga atau menekan angka inflasi melalui program pemberdayaan masyarakat. Diharapkan bisa memberi dampak pada kestabilan atau bahkan menurunkan angka inflasi,” sebutnya.

Lebih rinci dijelaskan, selain pengembangan cabai merah di Kampung Pondok Balik, KPwBI Lhokseumawe juga bekerjasama dengan sejumlah kabupaten membuat percontohan budidaya dalam bentuk klaster. Diantaranya, klaster bawang merah di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, klaster cabai merah di Kota Lhokseumawe dan Aceh Tengah, klaster bawang putih di Bener Meriah dan klaster padi dengan pola tanam Hazton di Kabupaten Bireun.

Menurut Yufrizal, khusus untuk klaster cabai merah di Pondok Balik, seluas 5 hektar tersebar di dua lokasi telah dimulai sejak Oktober 2017. Dalam pelaksanaan klaster ini, BI menyediakan berbagai bantuan kepada petani, seperti bibit, pupuk serta pestisida. “Selain itu, kelompok tani juga diberikan berbagai pelatihan seperti teknik budidaya, penanganan hama penyakit dan tanaman. Termasuk pelatihan paska panen,” jelas Yufrizal.

Melihat hasil panen cabai merah, Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, meminta agar petani tidak berhenti untuk menanam cabai. “Jangan berhenti menanam karena untuk tanaman cabai, bila pun rugi tidak terlali besar. Justru, kalau mujur, bisa dapat untung yang lebih besar,” kata Shabela.

Menurut Shabela, cabai berbeda dengan palawija lain yang memiliki nilai jual lebih fluktuatif sehingga perlu terus dikembangkan. “Untuk Aceh Tengah, cabai di kecamatan Ketol yang terbaik. Ini bisa dibuktikan dan diadu kualitasnya dengan cabai dari wilayah yang lain,” ungkap Bupati Aceh Tengah ini.(my)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help